Maybrat — Kontingen Festival Danau Ayamaru dari Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, turut ambil bagian dalam kegiatan Festival Danau Ayamaru yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Kamis, 18 Desember 2025.

Kabupaten Sorong Selatan mengirimkan dua sanggar seni dan budaya, yakni Sanggar Nairo dan Sanggar Waigio Tempo Dulu (Noken Wayer). Jumlah peserta dari Sanggar Nairo sebanyak 16 orang, sementara Sanggar Waigio Tempo Dulu berjumlah 7 orang. Dengan demikian, total peserta dari Kabupaten Sorong Selatan yang mengikuti festival ini berjumlah 23 orang.

Dalam pelaksanaan festival, Sanggar Nairo menampilkan berbagai tarian tradisional dan kontemporer yang mencerminkan kekayaan budaya lokal. Sementara itu, Sanggar Waigio Tempo Dulu menghadirkan mama-mama pengrajin noken yang memperagakan secara langsung proses pembuatan Noken Wayer, salah satu warisan budaya khas Papua.

Ketua Sanggar Nairo Kabupaten Sorong Selatan, Ibu Yokbet Konjol, dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan Festival Danau Ayamaru sangat positif dan bermanfaat bagi para pelaku seni dan budaya.

“Kegiatan ini sangat baik karena memberi ruang bagi kami yang memiliki sanggar untuk menampilkan hasil karya seni dan budaya yang kami miliki,” ujarnya.

Ia juga berharap melalui festival ini, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dapat menyediakan tempat-tempat yang representatif bagi sanggar-sanggar seni untuk memamerkan dan mengembangkan hasil karya budaya lokal.

Sementara itu, Ketua Sanggar Waigio Tempo Dulu atau Noken Wayer, Kesia Febilina Howay, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan Festival Danau Ayamaru.

“Atas nama Sanggar Waigio Tempo Dulu, kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Kiranya festival ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, khususnya dalam pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan para pengrajin,” ungkapnya.

Festival Danau Ayamaru menjadi wadah penting bagi para seniman dan pelaku budaya dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat Daya untuk menampilkan kekayaan budaya, sekaligus memperkuat identitas dan persatuan masyarakat Papua Barat Daya(Roy Iek).