Sorong, WabumPapua.com — Dalam semangat kesatuan tubuh Kristus dan panggilan pelayanan global, para hamba Tuhan dari berbagai denominasi gereja di Provinsi Papua Barat Daya mengikuti Pelatihan dan Doa Bersama Visiun Athena yang digelar pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Kegiatan rohani ini dipimpin langsung oleh Penanggung Jawab Visiun Athena di Tanah Papua–Indonesia, Nebrianus Kambuaya, yang menyampaikan pembekalan dan pelatihan rohani (training) bagi para pelayan Tuhan. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperlengkapi para hamba Tuhan agar memahami panggilan ilahi dalam Visiun Athena, khususnya dalam mendoakan pertobatan dan keselamatan bangsa Israel serta kesatuan gereja di seluruh dunia.

Pelatihan ini dihadiri oleh para pelayan Tuhan dari berbagai denominasi seperti GPdI, GGP, GKPMI, dan GEKARI, serta perwakilan jemaat dari berbagai gereja yang turut merespons panggilan rohani dalam visi tersebut.

Dalam sesi firman, Nebrianus Kambuaya bersama para pendeta seperti Pdt. Noldi, Pdt. Daniel, Pdt. Jimmy, dan Ibu Reny memimpin pembacaan dan perenungan ayat-ayat Alkitab yang meneguhkan panggilan profetis gereja terhadap Israel, antara lain dari Yesaya 60, Yesaya 61, dan Yesaya 62, yang menggambarkan penggenapan janji Tuhan bagi bangsa Israel di masa kini dan hubungan rohani antara Yerusalem dan Tanah Papua.

Selain itu, para peserta juga membaca firman dari Mazmur 122 dan Mazmur 132, Zakaria 8–10, Mikha 4:1–2, Yesaya 2:2–3, serta ayat-ayat Perjanjian Baru seperti Roma 11:11–27, Efesus 2:11–20, Efesus 4:1–32, dan Roma 16:17–27 sebagai deklarasi iman untuk menghancurkan setiap kuasa kegelapan yang berusaha menghalangi karya Tuhan.

Doa syafaat dipimpin oleh Pdt. Santo Napitupulu, dengan 14 pokok doa utama yang dinaikkan bersama, di antaranya:

  1. Doa bagi pertobatan dan keselamatan bangsa Israel.
  2. Doa bagi pemimpin dunia agar mendukung Israel sesuai rencana Elohim.
  3. Doa bagi bangsa Indonesia agar memahami peran Israel dalam rencana keselamatan Allah.
  4. Doa bagi kesatuan gereja di dunia, Indonesia, Papua, dan Papua Barat Daya.
  5. Doa bagi kemurnian dan keberlanjutan Visiun Athena.
  6. Doa bagi hubungan rohani antara Gereja Yerusalem dan Papua yang telah terjalin sejak 18 Maret 1994.
  7. Doa bagi perkembangan pelayanan Visiun Athena di Papua Barat Daya dan seluruh Tanah Papua.
  8. Doa bagi tim ziarah ke Tanah Suci dan dukungan pemerintah daerah.
  9. Doa bagi pemerintah daerah di Papua Barat Daya, termasuk Kabupaten Maybrat, Tambrauw, Sorong Selatan, Kota Sorong, Raja Ampat, dan Kabupaten Sorong.
  10. Doa bagi penerima visi Visiun Athena, Bapak Fred Kambu Athaboe di Belanda, beserta keluarga dan semua pendukung pelayanannya.
  11. Doa bagi penanggung jawab Visiun Athena di Tanah Papua Indonesia dan para hamba Tuhan yang terlibat.
  12. Doa agar Roh Kudus mempersiapkan para pelayan terbaik untuk mendukung pekerjaan Tuhan.

Suasana pelatihan dan doa berlangsung khusyuk dan penuh urapan. Selama dua jam, para peserta terlibat dalam pembacaan firman, doa syafaat, serta pujian dan penyembahan yang membawa jemaat masuk dalam hadirat Tuhan.

Dalam arahannya, Nebrianus Kambuaya menegaskan bahwa Visiun Athena bukan hanya panggilan rohani, tetapi juga mandat pelayanan yang menghubungkan Tanah Papua dengan Israel, sebagai bagian dari rencana besar Tuhan bagi bangsa-bangsa.

“Yesaya 60, 61, dan 62 menegaskan bahwa panggilan bagi Israel menuju pertobatan dan keselamatan sedang digenapi. Melalui Visiun Athena, gereja di Papua mengambil bagian dalam rencana besar Tuhan untuk memberkati bangsa-bangsa,” ujar Nebrianus Kambuaya dalam pembinaannya.

Ia juga mengajak seluruh pelayan Tuhan untuk bersatu dalam doa dan tindakan nyata mendukung visi ini:

“Kita berdoa agar setiap hamba Tuhan di Papua Barat Daya menjadi bagian dari gerakan doa global, dari Sion Yerusalem hingga Tanah Papua, agar berkat Tuhan mengalir kepada bangsa-bangsa.”

Kegiatan ini ditutup dengan doa berkat dan penyembahan bersama, menandai semangat baru bagi para hamba Tuhan yang telah diperlengkapi untuk terus mendoakan Israel dan melanjutkan pelayanan Visiun Athena di Tanah Papua.