Maybrat,WabumPapua.com-Masyarakat Kampung Martaim, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, menggelar Musyawarah Kampung (Muskam) Dana Desa Tahun Anggaran 2026 di alam terbuka. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi warga dalam menentukan arah pembangunan kampung di tengah keterbatasan anggaran.

Dalam musyawarah tersebut, Pendamping Desa Koordinator Distrik Aifat, Nikodemus Safuf, S.IP, menyampaikan bahwa Dana Desa Tahun Anggaran 2026 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dari sebelumnya berkisar Rp700 juta, kini mengalami defisit lebih dari Rp400 juta. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam menetapkan program prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, masyarakat Kampung Martaim tetap menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen dalam membangun kampung. Hasil musyawarah menyepakati bahwa program ketahanan pangan menjadi fokus utama, dengan penekanan pada pelatihan pembuatan kripik keladi.

Program ini dinilai relevan dengan potensi lokal yang dimiliki masyarakat, di mana tanaman keladi mudah ditemukan dan telah lama dibudidayakan oleh warga setempat. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengolah hasil kebun menjadi produk bernilai tambah, yang tidak hanya dikonsumsi sendiri tetapi juga memiliki nilai jual di pasaran.

Dengan demikian, program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan kampung.

Nikodemus Safuf menegaskan bahwa keputusan yang dihasilkan dalam Muskam ini mencerminkan upaya masyarakat untuk tetap produktif, kreatif, dan mandiri di tengah keterbatasan. Pemerintah kampung bersama warga berkomitmen untuk terus mendorong program-program berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat gotong royong serta pemanfaatan potensi lokal, Kampung Martaim optimistis mampu menghadapi tantangan ekonomi ke depan dan mewujudkan pembangunan kampung yang lebih mandiri dan berdaya(ones).