Maybrat, Wabumpapua.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa, S.H., M.Si., memberikan arahan kepada calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) terkait persiapan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan prajabatan serta pentingnya disiplin, etika birokrasi, dan tanggung jawab sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Dalam arahannya, Ferdinandus Taa menyampaikan apresiasi kepada kelompok CPNS yang telah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Ia meminta para peserta segera memastikan dan mengecek SK masing-masing, baik di tempat tugas maupun melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Maybrat.
“Untuk kelompok yang sudah menerima SK, silakan mengecek kembali SK masing-masing di tempat tugas atau di kepegawaian. Penyerahan secara simbolis sudah dilakukan, sehingga selanjutnya dipastikan administrasinya,” ujar Ferdinandus.
Ia menjelaskan, khusus kelompok CPNS sebanyak 546 orang, pemerintah daerah telah menyiapkan rangkaian kegiatan prajabatan yang dijadwalkan dimulai pada 7 September 2026 di kampung yukase Distrik Ayamaru utara selama 6 Hari. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara klasikal selama 21 hari di Kumurkek, kemudian dilanjutkan dengan tahapan tugas dan persiapan ujian.
Menurutnya, pola pendidikan bagi CPNS kali ini akan lebih banyak dilakukan secara tatap muka atau klasikal. Hal tersebut dinilai penting untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta pemahaman peserta mengenai etika pemerintahan dan birokrasi.
Ferdinandus menegaskan, peserta tidak hanya dituntut memahami materi administrasi pemerintahan, tetapi juga harus mengetahui tata krama dalam menjalankan tugas sebagai ASN, termasuk cara berkomunikasi dengan pimpinan, sesama pegawai, maupun masyarakat.
“Pegawai harus tahu etika birokrasi, etika pemerintahan, bagaimana berkomunikasi dan menghargai atasan, pimpinan, teman maupun bawahan. Itu semua merupakan bagian dari pembelajaran yang harus dipahami,” tegasnya.
Selain pembelajaran klasikal, peserta juga akan mendapatkan kegiatan pembentukan disiplin dan bela negara. Ferdinandus berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh dan tidak menganggap kegiatan tersebut sebagai formalitas semata.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak meniru kebiasaan buruk dari oknum pegawai yang tidak disiplin dalam melaksanakan tugas. Kehadiran di tempat kerja, menurutnya, merupakan kewajiban yang harus dijalankan setelah seseorang menerima amanah sebagai ASN.
“Jangan ikut-ikut perilaku lama yang tidak baik. Kalau sudah menjadi CPNS, harus menunjukkan disiplin dan tanggung jawab. Jangan datang hanya satu hari kemudian hari berikutnya tidak masuk,” katanya.
Ferdinandus bahkan menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan memberikan toleransi terhadap peserta yang sengaja mengabaikan kewajiban mengikuti kegiatan prajabatan. Apabila peserta tidak memenuhi ketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan, konsekuensi sesuai aturan akan diberlakukan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta para peserta membangun hubungan kerja yang baik dengan pimpinan di masing-masing perangkat daerah. Hal ini penting karena dalam tahapan aktualisasi, peserta akan mendapatkan mentor dari pimpinan atau pejabat yang ditunjuk di unit kerja masing-masing.
“Baik-baik dengan pimpinan di tempat tugas masing-masing karena nantinya mereka akan menjadi mentor dalam pelaksanaan aktualisasi. Jangan sampai hubungan kerja tidak baik sehingga prosesnya menjadi terhambat,” jelasnya.
Sementara itu, bagi PPPK, khususnya PPPK paruh waktu serta tenaga pendidikan dan kesehatan, Ferdinandus menyampaikan bahwa mereka akan mengikuti kegiatan orientasi sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku. Meskipun waktu pelaksanaannya berbeda, peserta tetap diwajibkan mengikuti proses evaluasi dan ujian sesuai aturan.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan kebutuhan teknis kegiatan, mulai dari tempat pelaksanaan, ruang kelas, perlengkapan peserta hingga kebutuhan lainnya.
Ferdinandus juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal selama kegiatan prajabatan berlangsung. Ia meminta panitia dan penyedia konsumsi memanfaatkan bahan makanan yang tersedia di Maybrat dan tidak seluruh kebutuhan didatangkan dari Sorong.
“Kalau kegiatan dilaksanakan di Maybrat, bahan makanan untuk konsumsi juga sebisa mungkin dibeli dari masyarakat setempat. Ikan, sayur, dan kebutuhan lainnya yang tersedia di daerah ini harus dimanfaatkan sehingga perputaran ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ungkapnya.
Ia berharap pelaksanaan prajabatan CPNS Kabupaten Maybrat dapat berjalan lancar dan menghasilkan aparatur yang memiliki disiplin, integritas, etika, serta kemampuan menjalankan tugas pemerintahan secara profesional.
“Yang paling penting, ikuti semua arahan dan aturan yang sudah ditetapkan. Jadilah ASN yang disiplin, bertanggung jawab dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Maybrat,” pungkas Ferdinandus Taa(ones).




komentar terbaru