Maybrat, wabumpapua.com – Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Dinas Pendidikan memastikan program pendidikan gratis terus berjalan dengan dukungan dua sumber utama, yakni Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten (BOSKAB) serta bantuan seragam gratis dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat, Hendrik Frasawi, S.Sos., M.AP., menjelaskan bahwa kedua program ini bertujuan meringankan beban orang tua sehingga anak-anak dapat lebih fokus menempuh pendidikan.“Hari ini kita resmikan dua sumber pendukung pendidikan, yaitu BOSKAB yang langsung disalurkan ke sekolah serta bantuan seragam gratis senilai Rp750 juta dari pemerintah provinsi. Ini bagian dari pendidikan gratis agar anak-anak kita tidak lagi terbebani biaya sekolah,” kata Hendrik, Senin (15/9/2025).

Ia menambahkan, penyaluran bantuan seragam dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan kabupaten.Mekanismenya, dana ditransfer langsung oleh provinsi ke rekening sekolah, kemudian pihak sekolah yang melakukan pembelian seragam sesuai ketentuan jenjang pendidikan.“Untuk SD seragamnya merah-putih, SMP biru-putih, sementara TK, SMA, dan SMK juga sudah diatur.

Mekanisme ini adalah implementasi pendidikan gratis. Untuk tahap awal difokuskan pada dua jenis seragam, sementara komponen lain akan dibahas bersama pemerintah provinsi maupun kabupaten,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hendrik menegaskan bahwa pendidikan gratis tidak hanya sebatas penyediaan seragam. Dana yang disalurkan juga diarahkan untuk mendukung operasional sekolah, termasuk kebutuhan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) serta sarana belajar lainnya.“Uang ini masuk langsung ke rekening sekolah agar sekolah lebih mandiri dalam mengelola kebutuhan belajar-mengajar.

Harapan kami, sekolah dapat menyusun rencana belanja yang transparan, tepat sasaran, dan tidak tumpang tindih dengan pembiayaan lain dari pusat seperti BOS reguler maupun BOS kinerja,” tegasnya.Ia merinci, penerima program BOSKAB dan bantuan pendidikan meliputi 67 SD, 13 SMP, 4 SMA, 1 SMK, 22 PAUD, serta lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Maybrat.Menurut Hendrik, kemandirian sekolah dalam mengelola anggaran menjadi kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah. Hal ini juga sejalan dengan visi Bupati Maybrat untuk mewujudkan masyarakat maju, mandiri, dan sejahtera.

“Sekolah harus lebih dulu mandiri dalam manajemen dan pengelolaan keuangan agar mutu pendidikan meningkat. Dari situ baru lahir kesejahteraan. Kita ingin kualitas layanan pendidikan benar-benar terlihat sehingga cita-cita Papua Cerdas bisa terwujud,” tutupnya.Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat memastikan akan melakukan evaluasi berkala terhadap penggunaan dana tersebut. Guru dan kepala sekolah diharapkan bekerja profesional agar program pendidikan gratis benar-benar memberikan manfaat nyata bagi siswa dan masyarakat;ujarnya.