Ayawasi, wabumpapua.com — Sekretaris Daerah Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa, resmi membuka kegiatan Pelatihan Keluarga Tangguh Bencana yang digelar Dinas Penanggulangan Bencana Kabupaten Maybrat bagi warga empat kampung terdampak banjir di Distrik Aifat Utara, Kamis (18/9/2025).
Empat kampung yang terdampak bencana tersebut adalah Natu, Neset, Ayawasi, dan Ayawasi Timur. Pelatihan dilaksanakan di Aula Terianaboah, Kampung Ayawasi, dengan tema “Membangun Kesadaran dan Kesiapsiagaan”.
Dalam sambutannya, Sekda Ferdinandus Taa menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengikuti materi yang diberikan oleh para narasumber. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesiapan warga menghadapi ancaman bencana.
“Warga empat kampung maupun masyarakat lainnya yang hadir hari ini wajib mengikuti materi dengan baik. Pemerintah Kabupaten Maybrat terus melakukan monitoring terhadap warga terdampak, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan,” ungkap Ferdinandus.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah berencana menambah sarana pendukung penanggulangan bencana, termasuk pengadaan mobil kebakaran melalui Dinas Penanggulangan Bencana dan Kebakaran. Selain itu, pihaknya berdiskusi dengan warga untuk mempertimbangkan relokasi dari wilayah rawan banjir ke lokasi yang lebih aman.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Kabupaten Maybrat, Hosea Solossa, menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi masyarakat terdampak. Ia mengimbau warga agar menjaga lingkungan dan mengurangi aktivitas yang dapat memperparah bencana.
“Kami menghimbau agar masyarakat tidak menebang pohon di pinggir sungai dan membuang sampah pada tempatnya. Kesadaran bersama sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko bencana,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Konstruksi Dinas Penanggulangan Bencana, Aligonda Bame, yang menekankan bahwa kegiatan ini berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Permendagri Nomor 46 Tahun 2008 tentang pedoman organisasi dan tata kerja penanggulangan bencana.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kesadaran masyarakat serta mendorong terbentuknya sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas. Dengan demikian, warga dapat lebih tangguh dan siap menghadapi situasi darurat,” jelasnya.
Menurut Aligonda, bencana yang melanda empat kampung di Aifat Utara cukup besar, sehingga pemerintah merasa perlu memberikan sosialisasi dan pendampingan langsung kepada warga.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, sekaligus membangun pola pikir kolektif untuk menjaga lingkungan dan meningkatkan solidaritas di tengah situasi darurat.




komentar terbaru