Sorong, wabumpapua.com– Suasana hangat dan penuh nostalgia menyelimuti momen pertemuan antara Bernhard E. Rondonuwu, mantan Penjabat (Pj) Bupati Maybrat, dengan salah satu tokoh lokal yang cukup dikenal di kalangan masyarakat Maybrat, Agustinus Nauw. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi dan refleksi singkat atas perjalanan waktu dan peran masing-masing dalam pembangunan daerah.

Dalam sebuah unggahan singkat dan penuh makna, Bernhard Rondonuwu mengenang pertemuan mereka dengan kalimat yang sederhana namun sarat filosofi: “Flashback ketemu kaka Agustinus Nauw Dulu katanya: ‘Engkau adalah engkau.’Sekarang setelah lama tak jumpa: ‘Dia adalah dia.’” ungkap Rondonuwu, kamis (2/10/2025).

Kalimat tersebut menggambarkan perubahan, pertumbuhan, dan mungkin juga jarak yang terbentuk seiring waktu, namun tetap menyisakan rasa hormat dan pengakuan terhadap eksistensi serta perjalanan masing-masing pribadi.

Sebagai mantan Pj Bupati Maybrat, Bernhard Rondonuwu dikenal sebagai sosok birokrat yang menjunjung tinggi etika, nilai-nilai kemanusiaan, dan pendekatan personal dalam membangun komunikasi dengan masyarakat lokal, termasuk dengan tokoh-tokoh adat dan pemuda.

Pertemuan kembali dengan Agustinus Nauw dinilai sebagai simbol rekoneksi antara pemimpin dan masyarakat — meski waktu memisahkan, hubungan dan penghargaan satu sama lain tetap terjaga.

Ungkapan ini mencerminkan bahwa dalam kehidupan, setiap orang mengalami perubahan — baik dalam pikiran, peran, maupun posisi. Namun, jati diri tetap menjadi sesuatu yang patut dihormati.

“Kalimat itu menggambarkan bahwa setiap individu memiliki perjalanan dan perubahan. Dulu saling mengenal dekat, kini mungkin hanya bisa saling mengakui dari kejauhan. Tapi penghormatan itu tetap ada,” ujar seorang tokoh masyarakat yang hadir saat pertemuan tersebut.

Momen sederhana ini menjadi pengingat bahwa dalam dinamika pemerintahan, birokrasi, dan pembangunan, relasi antar manusia tetap menjadi aspek penting. Pertemuan seperti ini, meski singkat, membawa pesan kuat: penghormatan terhadap masa lalu dan penerimaan atas perubahan yang terjadi di masa kini.