Belanda, wabumpapua.com – Tokoh Kristen asal Papua, Fred Athaboe, SH., menyampaikan pesan iman dan dukungan kuat bagi Israel dan Bangsa Yahudi dalam menanggapi dinamika politik internasional terbaru, khususnya resolusi Sidang Umum PBB yang mengakui kemerdekaan Palestina.

Dalam pernyataannya yang dikirim dari Belanda pada 26 September 2025, Fred Athaboe menegaskan bahwa Tanah Papua dan umat Kristen di dalamnya akan tetap setia mendoakan pertobatan dan keselamatan Bangsa Israel, sesuai firman Tuhan yang diyakininya diberikan melalui visi rohani dan nubuat Alkitabiah.

“Tanah Papua dengan penduduknya yang mengasihi Bangsa Israel akan terus setia mendoakan pertobatan dan keselamatan Israel. Tanah Papua selalu diberkati oleh Tuhan sesuai janji-Nya kepada Abraham,” ujar Fred Athaboe di Belanda 26 September 2025.

Dalam Sidang Umum PBB bulan September 2025, sebanyak 143 negara mendukung pengakuan kemerdekaan Palestina, 25 negara memilih abstain, dan 10 negara — termasuk Papua Nugini (PNG) — menyatakan penolakan. PNG merupakan satu dari dua negara Melanesia yang telah resmi membuka kedutaan besar di Yerusalem, Israel. Fiji menjadi negara Melanesia kedua yang melakukan hal serupa pada 17 September 2025.

Fred menyebut langkah PNG dan Fiji sebagai berkat besar dari Tuhan bagi bangsa-bangsa Melanesia.

“PNG dan Fiji adalah dua negara terpenting dari Melanesia yang mendukung Israel, dan telah membuka Kantor Kedutaan di Yerusalem. Ini berkat besar dari Tuhan bagi bangsa Melanesia,” tulisnya.

Fred juga mengaitkan perkembangan global ini dengan nubuat-nubuat dari kitab suci, khususnya dari Nabi Zakharia dan Yehezkiel, yang menurutnya telah menubuatkan pengepungan atas Israel oleh bangsa-bangsa dunia.

Ia mengutip Zakharia 12:3, yang menyatakan bahwa Yerusalem akan menjadi “batu berat” bagi bangsa-bangsa, dan mereka yang mencoba mengangkatnya akan mengalami luka parah.

“Bangsa-bangsa dengan negara-negara di PBB sekarang sudah ‘mengepung’ Israel. Mereka lupa bahwa Tuhan Elohim dari Tahta-Nya di Surga sedang melihat dan mengawasi semua perilaku mereka terhadap Israel,” ungkap Fred.

Menurutnya, perjuangan Palestina bukan hanya soal tanah, tetapi soal status Kota Yerusalem yang memiliki makna historis dan spiritual besar dalam rencana keselamatan Tuhan.

Fred menegaskan bahwa umat Kristen di Papua telah selama lebih dari 40 tahun setia mendoakan keselamatan bangsa Israel, sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah ilahi. Ia juga menyinggung pengalaman spiritual yang disebut sebagai “Visiun Athena” pada 31 Januari 1985, yang menurutnya menjadi titik penting dalam panggilan doa bagi bangsa Israel.

Ia menyampaikan keyakinannya bahwa berkat Tuhan akan terus mengalir bagi Tanah Papua karena kesetiaan dalam mendukung dan mendoakan Israel.

“Kiranya Tuhan Elohim senantiasa memberkati Anda bersama keluarga dan jemaat Anda. Mari kita terus mendoakan pertobatan dan keselamatan bangsa Israel, agar kita terlindungi dari kutukan Tuhan terhadap bangsa-bangsa yang mengutuki Israel,” tutupnya.

Dalam pesan penuh iman tersebut, Fred Athaboe mengajak seluruh umat Kristen untuk tidak berhenti berdoa bagi perdamaian Yerusalem, serta memahami bahwa sejarah dan masa depan Kota Suci tersebut memiliki peran sentral dalam rencana Tuhan bagi dunia.