Ayamaru, wabumpapua. Com– Wakil Bupati Maybrat, Ferdinando Solossa, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Administrasi Kependudukan, yang diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Maybrat, bertempat di Samu Ambo Room, Ayamaru, pada hari Rabu (8/10/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan pentingnya pengurusan dokumen kependudukan seperti akta kependudukan,kelahiran, akta perkawinan, dan akta kematian, guna memastikan seluruh warga memiliki identitas Hukum yang sah dan tercatat secara resmi.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Maybrat, Kepala Distrik Ayamaru, Lurah Ayamaru, para kepala kampung Se-distrik Ayamaru, serta warga masyarakat yang antusias mengikuti kegiatan sosialisasi ini.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ferdinando Solossa menyampaikan bahwa administrasi kependudukan yang akurat dan tertib adalah fondasi penting dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mengatasi masalah kemiskinan ekstrem dan stunting yang masih terjadi di Maybrat.
“Sebagai warga negara yang baik, kita wajib memiliki identitas. Pencatatan kelahiran, kehidupan, dan kematian harus dilakukan secara benar karena ini menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan,” tegasnya.
Ferdinando juga menyebutkan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Papua Barat Daya – termasuk Kabupaten Maybrat – masih tergolong dalam wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia.
Wakil Bupati mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi internal dan menemukan 54 data siluman, termasuk data orang yang telah meninggal namun masih tercatat aktif dalam sistem kependudukan.
“Ini masalah serius. Ada yang sudah meninggal, tapi masih tercatat aktif, bahkan ada yang masih menerima bantuan. Ini bisa menjadi pelanggaran hukum. Kalau ini digunakan untuk keperluan bantuan atau politik, maka bisa berujung pidana,” tegasnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa ada kasus pegawai negeri sipil yang belum mengurus akta kematian anggota keluarganya, sehingga data tersebut masih aktif dan menimbulkan potensi penyalahgunaan.
Dalam arahannya, Wakil Bupati meminta para kepala kampung dan lurah agar aktif memverifikasi dan memperbarui data penduduk di wilayah masing-masing. Menurutnya, validasi data sangat penting untuk menghindari data ganda, data palsu, dan penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran.
“Kepala kampung harus berani turun langsung mengecek data. Jangan sampai ada warga yang sudah meninggal tapi masih menerima bantuan, atau ada yang belum tercatat sama sekali,” ucapnya.
Beliau juga menyinggung pentingnya integrasi data antarinstansi, karena saat ini masih banyak data yang tumpang tindih antara Dinas Sosial, Dinas Pertanian, dan instansi lainnya.
Adapun tujuan utama sosialisasi ini antara lain: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki dokumen kependudukan. Menjelaskan kebijakan dan prosedur terbaru terkait pengurusan dokumen. Mendorong masyarakat untuk melengkapi dokumen resmi seperti Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA).Dan Memperkenalkan inovasi layanan Dukcapil, termasuk sistem jemput bola dan pelayanan digitalisasi administrasi.
Sementara itu,
Kepala Disdukcapil Kabupaten Maybrat, Okto Dommi Taruk Allo, dalam laporannya menjelaskan dasar hukum kegiatan ini, yaitu: Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan,
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 (perubahan dari UU sebelumnya), serta,UU Otonomi Khusus Papua Nomor 2 Tahun 2021.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan selama satu hari penuh dan menggunakan anggaran dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun Anggaran 2025.
Menutup kegiatan tersebut, Wakil Bupati berharap agar seluruh perangkat kampung dan masyarakat tidak mengabaikan pentingnya administrasi kependudukan.
“Identitas bukan hanya syarat administratif, tapi bagian dari hak sebagai warga negara. Ini juga menyangkut masa depan generasi kita. Kalau data kita rapi, program pemerintah bisa tepat sasaran. Tapi kalau data kita amburadul, maka rakyat juga yang dirugikan,” pungkasnya.




komentar terbaru