Sorong, WabumPapua.com — Penanggung jawab Visiun Athena di Tanah Papua–Indonesia, Nebrianus Kambuaya, menjelaskan tentang latar belakang berdirinya gerakan rohani tersebut di wilayah Papua. Ia menegaskan bahwa Visiun Athena lahir dari pengalaman rohani yang berakar pada kasih Tuhan Yesus Kristus dan panggilan untuk mendoakan bangsa Israel serta bangsa-bangsa di dunia.

Menurut Kambuaya, Visiun Athena merupakan gerakan doa dan pelayanan rohani yang terinspirasi dari penglihatan rohani (visi) yang diterima di Athena, Yunani, pada 31 Januari 1985, di mana Tuhan Yesus menyampaikan pesan kepada umat-Nya agar tidak hanya berdoa untuk diri sendiri dan bangsa sendiri, tetapi juga bagi umat Israel.

“Pesan visi tersebut menjadi dasar pelayanan kami di Tanah Papua. Kami percaya bahwa ketika umat Tuhan di seluruh dunia, termasuk di Papua, berdoa bagi Israel, maka berkat Tuhan akan turun juga bagi keluarga, gereja, dan bangsa kita,” jelas Nebrianus Kambuaya dalam keterangannya, jumat(10/10/2025).

Dasar Rohani dari Visiun Athena

Gerakan Visiun Athena berdiri atas dasar Firman Tuhan kepada Abram (Abraham) sebagaimana tertulis dalam Kejadian 12:3, yang berbunyi:

“Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau; dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Nebrianus menjelaskan bahwa ayat ini menjadi panggilan iman bagi umat percaya untuk memberkati Israel melalui doa, pelayanan, dan sikap hati yang mendukung rencana Allah bagi bangsa-bangsa.

“Kami di Papua menerima dan menghidupi pesan itu dengan penuh iman. Doa bagi Israel bukan hanya soal bangsa tertentu, tetapi bagian dari rencana keselamatan Allah bagi seluruh umat manusia,” tambahnya.

Perkembangan Pelayanan di Tanah Papua

Nebrianus juga mengungkapkan bahwa Visiun Athena mulai dikenal di berbagai daerah di Papua melalui kegiatan doa bersama, ibadah syafaat, dan seminar rohani yang menekankan pentingnya doa bagi pertobatan dan keselamatan bangsa Israel serta kedamaian dunia.

Gerakan ini, menurutnya, tidak membawa ajaran baru, melainkan memperkuat dasar iman Kristen tentang kasih, pengampunan, dan tanggung jawab rohani untuk mendoakan semua bangsa.

“Kami terus mendorong para hamba Tuhan dan jemaat di Papua agar memiliki hati misi yang luas — bukan hanya untuk daerah kita, tetapi juga bagi Israel dan bangsa-bangsa lain. Karena berkat Tuhan tidak pernah terbatas oleh wilayah,” ujar Kambuaya.

Doa untuk Israel dan Bangsa-Bangsa

Nebrianus menegaskan, inti dari Visiun Athena adalah panggilan doa dan kasih. Ia berharap gereja-gereja di Tanah Papua dapat bersatu dalam semangat yang sama: mendoakan keselamatan bangsa Israel dan kedamaian dunia, sebagaimana tertulis dalam Mazmur 122:6, “Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: biarlah tentram orang-orang yang mencintaimu.”

“Kami percaya, ketika umat Tuhan di Tanah Papua turut berdoa dan memberkati Israel, maka Tuhan juga akan memberkati tanah ini dan bangsa Indonesia secara keseluruhan,” tutup Nebrianus Kambuaya.