Jakarta, wabumpapua. Com— Tokoh rohani asal Papua, Fred Athaboe, S.H., menyampaikan pesan iman dan refleksi rohani kepada umat Kristen di seluruh Indonesia dalam sebuah surat terbuka bertanggal 18 Oktober 2025, yang berisi seruan doa dan dukungan bagi bangsa Israel di tengah situasi dunia yang penuh gejolak.

Dalam pesannya yang diawali dengan sapaan penuh kasih, “Shalom semua Saudara dan Saudari serta Anak-anak yang mengasihi Tuhan Yesus Kristus,” Fred Athaboe mengajak umat Tuhan untuk senantiasa bersyukur atas berkat dan perlindungan Tuhan, serta memaknai setiap peristiwa dunia dalam terang firman-Nya.

Fred Athaboe menyoroti perkembangan terkini di Timur Tengah, khususnya berakhirnya sementara perang Gaza dan pembebasan 20 sandera Israel oleh Hamas pada 13 Oktober 2025. Ia menyebutkan bahwa dari total 250 orang yang diculik pada 7 Oktober 2023, sebagian telah dibebaskan, sebagian lain tewas, dan beberapa masih belum diketahui nasibnya.

“Israel sekarang beristirahat untuk sementara waktu. Tetapi setiap saat perang dapat pecah kembali,” tulisnya. Ia menegaskan bahwa berdasarkan sejarah panjang sejak berdirinya Negara Israel pada 14 Mei 1948, bangsa tersebut selalu menghadapi tantangan dari berbagai pihak, namun tetap bertahan karena penyertaan Tuhan.

Menurutnya, selama dua tahun perang Gaza, bangsa Yahudi justru memperkuat kemampuan teknologi militernya, yang di masa depan akan membuat Israel semakin kuat dan makmur.

Dalam suratnya, Fred Athaboe menekankan bahwa keberadaan Israel sangat penting dalam rencana Allah untuk membangun Kerajaan-Nya di bumi. Ia menyebut bahwa Iblis dan kekuatan dunia berupaya menggagalkan rencana itu dengan menyerang Israel secara terus-menerus.

Ia mengutip nubuat Nabi Yehezkiel pasal 36–39, yang menggambarkan kembalinya bangsa Israel ke tanah airnya dan invasi dari utara yang dipimpin oleh kekuatan seperti Rusia dan Iran. Namun, Fred menegaskan bahwa pada akhirnya Tuhan sendiri yang akan menyelamatkan umat-Nya Israel.

“Suatu saat bangsa dan negara Israel akan benar-benar berdiri sendiri dan ditinggalkan oleh bangsa-bangsa di bumi. Tapi Tuhan akan menunjukkan kuasa-Nya dan membela umat-Nya,” tulisnya dalam refleksi tersebut.

Fred Athaboe juga mengutip pengajaran Ds. A.A. Leenhouts, yang menggambarkan bahwa seperti Yesus Kristus tergantung di kayu salib dan berseru kepada Bapa-Nya, demikian pula Israel suatu saat akan merasa ditinggalkan oleh bangsa-bangsa, tetapi justru pada saat itu Tuhan akan membuka mata mereka.

Ia mengutip Zakharia 12:10, “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam,” sebagai nubuat bahwa pada akhirnya bangsa Israel akan mengenal Yesus Kristus sebagai Mesias mereka.

Dalam bagian akhir pesannya, Fred Athaboe mengingatkan umat Kristen di Papua dan seluruh Indonesia agar terus mendoakan Israel dan bangsa Yahudi, meneladani Simon dari Kirene yang memikul salib Kristus.

“Orang Papua kini memikul beban rohani dalam hati mereka untuk selalu mengasihi dan mendoakan pertobatan serta keselamatan bagi bangsa Yahudi dan Israel,” tulisnya dalam surat tersebut.

“Semoga Tuhan Yesus selalu memberkati Anda semua secara pribadi, dan keluargamu serta jemaatmu. Semoga Tuhan Yesus membuat kamu berhasil dalam segala sesuatu yang kamu lakukan.

Pesan iman Fred Athaboe ini menjadi seruan rohani yang kuat bagi umat Kristen agar tetap teguh dalam doa, mendukung Israel sebagai bagian dari rencana Allah, serta hidup dalam kasih dan pengharapan akan kedatangan Kristus yang kedua kali.

Surat tersebut juga mengingatkan bahwa dalam gejolak dunia dan peperangan, Tuhan tetap berdaulat dan setia kepada janji-Nya kepada Abraham dan keturunannya.