Belanda ,wabumpapua.com– Dalam Pelajaran 17 yang bertema “Yesus Kristus adalah Anak Elohim dan Anak Manusia,” pengajaran ini menegaskan kembali kebenaran iman Kristen bahwa Yesus Kristus adalah pribadi ilahi sekaligus manusia sejati. Ia adalah Anak Tunggal Elohim Yang Hidup, namun juga lahir sebagai Anak Manusia melalui perawan Maria (Miriam).
Menurut penjelasan Bapak Fred Athaboe, SH, perpaduan antara keilahian dan kemanusiaan Yesus menunjukkan karya penyelamatan yang sempurna dari Allah bagi umat manusia. “Yesus adalah Elohim, Sang Pencipta, dan sekaligus Tuhan yang menyelamatkan kita dari segala dosa,” tegasnya.
Dalam Injil Matius 1:21, malaikat Tuhan menyampaikan kepada Yusuf bahwa Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki yang harus dinamai Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Nama Yesus merupakan identitas-Nya sebagai Anak Manusia, yang hidup sepenuhnya di tengah bangsa Yahudi dan mengikuti tradisi, termasuk disunat pada hari kedelapan sesuai perjanjian antara Allah dan Abraham (Kejadian 17:8).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa kelahiran Yesus adalah penggenapan janji Allah dalam Kejadian 3:15 tentang benih perempuan yang akan menghancurkan kepala ular tua, yaitu Iblis. “Yesus adalah Benih Perempuan itu, karena Ia dikandung oleh Roh Kudus dan dilahirkan oleh Maria,” jelas Fred Athaboe. Roh Elohim menaungi Maria sehingga Firman Allah menjadi manusia di dalam kandungannya — inilah misteri inkarnasi.
Status Yesus sebagai Anak Manusia terlihat dalam silsilah-Nya yang tercatat di Matius 1:1–17 dan Lukas 3:23–38, yang menelusuri garis keturunan-Nya sampai kepada Adam, “anak Elohim”. Namun, Yesus tidak hanya mewakili bangsa Yahudi, melainkan seluruh umat manusia. “Karena iman kepada Yesus Kristus, kita semua dijadikan anak-anak Elohim yang hidup,” katanya.
Fred Athaboe menegaskan bahwa jika Yesus hanyalah manusia biasa, mustahil Ia dapat menyelamatkan manusia dari dosa. Namun karena Ia adalah Tuhan dan Elohim yang kekal, maka keselamatan bagi setiap orang yang percaya menjadi nyata. “Yesus adalah Firman yang kekal, sebagaimana ditulis dalam Yohanes 1:1-2: ‘Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Elohim dan Firman itu adalah Elohim.’”
Ia mengajak seluruh umat percaya untuk terus belajar mengenal Tuhan Yesus Kristus melalui bimbingan Roh Kudus yang tinggal di dalam hati orang percaya. “Tuhan Yesus harus menjadi tujuan hidup tertinggi kita di bumi dan masa depan kekal kita di sorga,” ujarnya.
Sebagai penutup, Fred Athaboe menyampaikan doa berkat agar setiap keluarga yang percaya kepada Yesus senantiasa diberkati sesuai janji Tuhan kepada Abraham, serta mengingat kembali visi rohani yang ia terima pada Visiun Athena Tahun 1985.
“Kiranya Tuhan Yesus, dalam kasih Bapa di surga dan kuasa Roh Kudus, memberkati Anda dan keluarga Anda,” tutupnya.




komentar terbaru