Sorong,wabumpapua.com— Visiun Athena kembali disampaikan sebagai pesan rohani yang kuat bagi Gereja-gereja di tanah Papua. Penanggung jawab Visiun Athena di Papua–Indonesia, Nebrianus Kambuaya, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan puncak dari kepenuhan Gereja — sebuah panggilan bagi umat Tuhan di Papua untuk hidup dalam kepenuhan kasih, kuasa, dan kemuliaan Allah.
Menurut Nebrianus, Visiun Athena bukan hanya sebuah gagasan teologis, tetapi sebuah realitas rohani yang sedang dinyatakan Tuhan bagi tanah Papua. “Melalui Visiun Athena, Tuhan sedang memanggil Gereja-Nya di Papua untuk berjalan dalam kepenuhan Kristus dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa,” ujarnya.
Nebrianus mengutip sejumlah ayat Alkitab yang memperkuat makna Visiun Athena, antara lain:
Efesus 3:19 — “Dan kamu akan mengenal kasih Kristus yang melampaui segala pengetahuan, sehingga kamu dipenuhi dengan seluruh kepenuhan Allah.”
Kolose 2:9–10 — “Karena di dalam Dia seluruh kepenuhan Allah berdiam secara pribadi, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia, yang adalah kepala dari semua pemerintahan dan penguasa.”
Yohanes 1:16 — “Dan dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.”
Kisah 2:4 — “Mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”
Ayat-ayat tersebut, jelas Nebrianus, menunjukkan bahwa kepenuhan Allah adalah panggilan nyata bagi setiap Gereja di tanah Papua. Visiun Athena hadir sebagai pengingat bahwa hanya melalui kepenuhan Roh Kudus, Gereja dapat memancarkan kasih dan kemuliaan Tuhan kepada bangsa-bangsa.
“Papua dipanggil bukan hanya untuk menerima berkat, tetapi untuk menjadi saluran berkat. Inilah saatnya Gereja di Papua berjalan dalam kepenuhan Kristus, dipenuhi oleh Roh Kudus, dan menjadi terang bagi dunia,” tambahnya.
Ia menutup dengan ajakan rohani kepada seluruh umat Tuhan di Papua:
“Mari kita membuka hati dan hidup kita untuk menerima kepenuhan Allah, agar kita menjadi bagian dari Visiun Athena — puncak kemuliaan dan kepenuhan Gereja di tanah Papua.”




komentar terbaru