Mare,wabumpapua.com— Intelektual asal Kampung Seya, Donce Nauw, mendesak Dinas Sosial Kabupaten Maybrat segera memberikan tanggapan resmi terkait dugaan penyimpangan dana bantuan sosial (bansos) yang sebelumnya disampaikan oleh Kepala Kampung Seya, Paulus Nauw.
Menurut Donce, isu tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa klarifikasi karena menyangkut nama warga maupun pejabat pemerintah, serta berkaitan langsung dengan hak masyarakat Kampung Seya dan Kampung Rufase.
“Pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Kampung Seya harus ditanggapi secara resmi agar tidak menimbulkan kebingungan atau prasangka di masyarakat. Dinas Sosial perlu memberikan penjelasan terbuka,” tegas Donce Nauw, selasa (18/11/2025).
Sebelumnya, Kepala Kampung Seya, Paulus Nauw, mengungkap adanya dugaan penyimpangan dalam proses penyaluran dana bansos yang diduga melibatkan seorang warga, Naftali Kinho, serta oknum di lingkungan Dinas Sosial Kabupaten Maybrat.
Paulus mengaku bahwa kecurigaan tersebut muncul setelah menemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam proses penyaluran bantuan kepada warga.
“Kami melihat ada hal yang tidak sesuai. Karena itu saya menduga ada pihak tertentu yang bekerja sama mengalihkan sebagian dana bantuan,” ujar Paulus Nauw.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Sosial Kabupaten Maybrat belum memberikan pernyataan resmi. Sementara itu, pihak-pihak yang disebut dalam dugaan tersebut juga belum berhasil dimintai klarifikasi.
Donce Nauw menekankan pentingnya transparansi dan langkah formal agar isu ini tidak berkembang menjadi spekulasi liar yang dapat meresahkan masyarakat.
“Yang paling penting adalah memastikan kebenarannya lewat proses formal. Jika ada dugaan, harus diperiksa. Namun jika tidak benar, juga harus disampaikan secara terbuka supaya situasinya jelas bagi semua pihak,” tambahnya.
Ia berharap Dinas Sosial dapat segera memberikan klarifikasi, sekaligus membuka ruang bagi audit atau pemeriksaan resmi oleh instansi berwenang.




komentar terbaru