Maybrat, wabumpapua.com — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Maybrat melaksanakan kunjungan kerja ke lima distrik, yakni Ayamaru Jaya, Ayamaru Utara, Mare, Mare Selatan, dan Ayamaru Utara Timur pada Senin, 24 November 2025.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin Komisi II dalam rangka melihat secara langsung kondisi infrastruktur jalan dan jembatan, kualitas pelayanan publik, serta kebutuhan masyarakat di wilayah-wilayah tersebut.

Rombongan DPRK Maybrat dipimpin oleh Ketua Komisi II Mateus Basna, didampingi Wakil Ketua Komisi II Oce Ovalina Yumame, serta anggota komisi lainnya: Urbanus Duwit, Yupither Louis Saa, dan Viktor Kambu.

Dalam laporannya, Ketua Komisi II Mateus Basna menjelaskan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memantau progres pembangunan fisik dan nonfisik yang sedang berlangsung di beberapa distrik.

Pekerjaan jalan Kali Aves yang menghubungkan Distrik Ayamaru – Ayamaru Kaya, yang terdampak pembangunan bendungan Danau Ayamaru.
Pembangunan ruas jalan Ayamaru Utara menuju Distrik Mare.
Pengerjaan ruas jalan Karetubun – Waitenu – Sidi serta ruas jalan Kampung Sire di Distrik Mare Selatan.
Ruas jalan Kampung Mapura – Kampung Kokas – Kumurkek.

Selain itu, aspirasi masyarakat yang diterima DPRK Maybrat menyoroti kebutuhan peningkatan fasilitas pada lima kantor distrik di wilayah Yumasssesss Raya, yang diharapkan dapat diakomodasi pada tahun anggaran 2026.

Masyarakat juga meminta peningkatan ruas jalan di wilayah Mare, Aifat Timur, Aitinyo bagian pantai, Aifat Selatan, dan Temsos Raya, termasuk permintaan agar ruas-ruas yang sedang dikerjakan dapat diaspal atau menggunakan hotmix aspal goreng demi memperlancar mobilisasi warga.

Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan mendesak berupa air bersih, listrik, jaringan Telkomsel, serta peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.

Dari hasil peninjauan di lapangan, Komisi II menemukan sejumlah ruas jalan yang masih membutuhkan pengerasan maksimal. Beberapa titik juga dinilai rawan longsor sehingga memerlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Ketua Komisi II Mateus Basna menegaskan bahwa kunjungan ini penting dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan merata di seluruh wilayah Maybrat.

“Kami ingin melihat langsung apa yang menjadi kebutuhan di lapangan sehingga rekomendasi yang kami bawa ke pemerintah daerah benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” ujar Mateus.

Wakil Ketua Komisi II, Oce Ovalina Yumame, menambahkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur pada wilayah terpencil sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pelayanan dasar pemerintah.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi DPRK Maybrat dalam merumuskan rekomendasi strategis kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat, sehingga pembangunan dapat difokuskan pada sektor dan lokasi yang paling mendesak sesuai kebutuhan masyarakat.