Maybrat, wabumpapua.com – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos, di dampingi Bupati Maybrat Karel Murafer, S.H., MA, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Anrikus Mofu M.Th pentabisan dan peresmian Gedung Gereja baru jemaat GKI Immanuel Eway, sabtu (31/1/2026).

Ibadah pentahbisan dan peresmian gedung gereja tersebut dipimpin oleh Pdt. A. Y. Souhuat Latumahina, S.Th, selaku Ketua Klasis Aitinyo, dengan mengusung tema “Rumah ini dipersembahkan oleh Tuhan”. Kegiatan ini diikuti sekitar 500 orang jemaat dan undangan dari berbagai unsur pemerintahan, gereja, serta tokoh masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Maybrat Karel Murafer, S.H., M.MA, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Anrikus Mofu M. Th, Ketua DPRD Provinsi Papua Barat Daya Ortis Fernando Sagrim, S.T., M.Ak, Pj Sekda Papua Barat daya Drs. Yakob Karet, M.Si, Wakil Bupati Maybrat Fernando Solossa, S.E, sejumlah tokoh intelektual, pimpinan OPD, para ketua klasis, pendeta, serta majelis dan jemaat GKI Immanuel Eway.

Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jemaat serta panitia pembangunan gereja yang telah berkontribusi hingga gedung gereja tersebut dapat diresmikan dan digunakan.
“Peresmian ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi merupakan wujud nyata iman, ketekunan, persatuan, dan pengharapan umat Tuhan. Gereja diharapkan menjadi pusat pembinaan iman, penguatan moral, pendidikan karakter, dan pelayanan kasih bagi jemaat serta masyarakat sekitar,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen untuk terus mendukung kehidupan beragama yang harmonis serta memperkuat kemitraan dengan lembaga keagamaan sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong pembangunan manusia Papua yang beriman dan berkarakter.

Sementara itu, Bupati Maybrat Karel Murafer SH, MA menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Papua Barat Daya beserta rombongan. Menurutnya, peresmian gereja ini merupakan momen bersejarah bagi jemaat GKI Immanuel Eway dan masyarakat Kabupaten Maybrat secara umum.

“Gereja bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi tempat umat memperkuat iman, membangun persatuan, serta menanamkan nilai kasih, kedamaian, dan toleransi. Kehadiran GKI di Eway memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter dan kehidupan rohani masyarakat,” ungkap Bupati.

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Anrikus Mofu, dalam sambutannya mengajak seluruh pelayan gereja untuk sungguh-sungguh menjalankan pelayanan Injil, khususnya dalam membina masyarakat agar terhindar dari berbagai persoalan sosial seperti miras, narkoba, kekerasan dalam rumah tangga, dan perilaku menyimpang lainnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Maybrat terhadap pembangunan di bidang keagamaan. Menurutnya, gereja dan pemerintah merupakan mitra strategis dalam membangun karakter orang Papua yang beriman, bermoral, dan bertanggung jawab.

Peresmian Gedung Gereja GKI Immanuel Eway diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan jemaat, meningkatkan semangat pelayanan, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan sejahtera di Kabupaten Maybrat;(ones ).