Sorong Selatan – Bupati Kabupaten Sorong Selatan, Petronela Krenak, S.Sos., M.Tr.Ap, bersama tim staf ahli dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia serta jajaran Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat Daya melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan program cetak sawah pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Peninjauan dilakukan di sejumlah lokasi, yakni di Kampung Wardik, Distrik Wayer, serta di Kampung Bumi Ajo, Kampung Asik Jaya, dan Kampung Tokas di Distrik Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya.

Kegiatan tersebut diawali dengan perjalanan rombongan dari tempat transit di Hotel Meratua Sesna, Teminabuan, menuju lokasi proyek cetak sawah. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan lahan pertanian yang menjadi bagian dari program strategis pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak, Staf Khusus Menteri Pertanian Brigjen Ade, perwakilan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Albert, Kepala Bidang Pertanian dan Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat Daya Apner Basna, SP., M.Si, Dandim 1807 Sorong Selatan, pihak ketiga melalui e-katalog swakelola bersama TNI, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sorong Selatan beserta staf, serta Plt Kabag Protokoler Setda Kabupaten Sorong Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Petronela Krenak menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian atas program cetak sawah yang dilaksanakan di Kabupaten Sorong Selatan sejak tahun 2025 dan berlanjut pada tahun 2026 dengan target sekitar 4.800 hektar lahan.

Menurutnya, program ini diharapkan dapat menjadikan Kabupaten Sorong Selatan sebagai salah satu daerah penghasil pangan di Provinsi Papua Barat Daya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini progres pekerjaan yang dilaksanakan oleh jajaran Korem Sorong telah mencapai sekitar 300 hektar lahan yang siap tanam dari total sekitar 840 hektar lahan yang sedang dikerjakan.
“Kita sudah melihat langsung bahwa sebagian lahan sudah dikerjakan dan akan dirapikan sebaik mungkin sehingga dapat segera digunakan untuk penanaman,” ujar Bupati.

Bupati Petronela Krenak juga berharap kepada staf ahli Kementerian Pertanian agar menyampaikan kepada Direktorat Jenderal terkait bahwa masyarakat Sorong Selatan sangat bangga dengan berbagai program pemerintah pusat, terutama program Asta Cita Presiden, seperti program cetak sawah, koperasi Merah Putih, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menilai, jika program cetak sawah ini berhasil, maka hasil produksi padi nantinya dapat disuplai ke koperasi Merah Putih maupun untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis di daerah.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa program Asta Cita Presiden sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sorong Selatan karena dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya.

Sebagai kepala daerah, dirinya menyatakan sangat mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Ia juga menambahkan bahwa pembangunan cetak sawah ini nantinya akan membuka akses pembangunan infrastruktur lain seperti jalan dan irigasi, serta membantu masyarakat memperoleh akses air bersih.

Selain itu, Bupati menjelaskan bahwa pembangunan cetak sawah tidak hanya terbatas pada target 4.800 hektar lahan yang telah disiapkan oleh masyarakat pemilik hak ulayat pada tahun 2025. Ke depan, pemerintah daerah akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menyediakan lahan tambahan untuk pengembangan pertanian.
“Hasil dari pengelolaan lahan tersebut nantinya juga akan dinikmati langsung oleh masyarakat pemilik hak wilayah,” jelasnya.

Bupati Petronela Krenak juga menyampaikan optimisme bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan akan mengeluarkan regulasi atau peraturan daerah terkait pembatasan suplai ayam dan telur dari luar daerah, karena saat ini produksi ayam dan telur di Sorong Selatan sudah berjalan hampir dua tahun.

Ia menyebutkan bahwa hasil produksi tersebut bahkan telah mampu menyuplai kebutuhan di beberapa daerah lain seperti Kabupaten Maybrat, Kabupaten Sorong, serta memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sorong Selatan sendiri;(Roy Iek).