Maybrat, wabumpapua.com – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Maybrat, Hendrik Frasawi, S.Sos., M.AP., menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Maybrat, khususnya di wilayah terpencil dan tertinggal.
Hal tersebut disampaikannya usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Maybrat, Sabtu (3/5/2026).
Menurut Hendrik, jabatan yang diembannya merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta selaras dengan visi dan misi pemerintah daerah.
“Jabatan itu amanah. Amanah adalah perintah, dan perintah itu harus dilaksanakan. Kami bekerja berdasarkan visi dan misi Bupati Maybrat yaitu aman, maju, sejahtera dan mandiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam sektor pendidikan pemerintah daerah juga melakukan kolaborasi dengan program Papua Cerdas, yang merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan pendidikan di Tanah Papua. Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah telah menyusun rencana induk percepatan pembangunan pendidikan serta peta jalan pengembangan pendidikan di Kabupaten Maybrat.
Hendrik mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah yang menjadi prioritas perhatian pemerintah karena masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama terkait aksesibilitas, sarana prasarana pendidikan, hingga keterbatasan jaringan internet.
“Beberapa wilayah yang menjadi perhatian adalah daerah yang akses jalannya masih terbatas, jaringan internet belum memadai, serta fasilitas dasar seperti listrik dan air bersih yang belum sepenuhnya tersedia. Pemerintah harus hadir untuk memastikan seluruh siswa di daerah 3T mendapat pelayanan pendidikan yang layak,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga sedang mendorong digitalisasi pendidikan sehingga akses internet menjadi salah satu kebutuhan utama bagi sekolah dan tenaga pendidik.
Selain itu, Disdikpora Maybrat juga menyiapkan skema pembinaan sekolah di wilayah terpencil dengan sistem sekolah binaan dan sekolah inti.
Dalam konsep tersebut, siswa kelas awal akan belajar di sekolah binaan di wilayahnya masing-masing, sementara untuk jenjang kelas lebih tinggi dapat melanjutkan pendidikan di sekolah inti yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
“Kami ingin memastikan anak-anak Maybrat memiliki kemampuan dasar yang kuat, terutama dalam literasi, numerasi, serta penguatan pendidikan karakter,” katanya.
Menurut Hendrik, pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik, termasuk dengan memberikan insentif serta penghargaan kepada guru yang mengabdi dengan disiplin dan loyal di daerah terpencil.
Sebaliknya, pihaknya juga menegaskan akan menindak tegas guru yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
“Kami sudah menertibkan guru-guru yang tidak disiplin. Jika ada yang tidak masuk mengajar dalam waktu lama, gajinya akan diblokir sementara sampai yang bersangkutan kembali menjalankan tugasnya dengan baik,” tegasnya.
Ia berharap melalui berbagai langkah tersebut, kualitas pendidikan di Kabupaten Maybrat dapat terus meningkat sehingga generasi muda Maybrat mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun daerah maupun bangsa di masa depan(Ones).




komentar terbaru