MAYBRAT, WABUMPAPUA.COM — Bupati Maybrat, Karel Murafer SH, MA secara resmi membuka kegiatan Rapat Koordinasi Implementasi Jejaring Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Samusiret, Kumurkek, pada 20–21 Mei 2026 tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di bidang gizi, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi di Kabupaten Maybrat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR Provinsi Papua Barat Daya dan Anggota DPR Kabupaten Maybrat, Dr. Andrus Matius Basah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat, para kepala bidang di lingkungan Dinas Kesehatan, kepala puskesmas dari 24 distrik, para tenaga kesehatan, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, serta insan pers.

Dalam sambutannya, Bupati Karel Murafer menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat beserta seluruh jajaran yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dinas Kesehatan beserta seluruh jajarannya yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Maybrat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita,” ujar Karel Murafer.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan salah satu pilar utama dalam membentuk generasi Maybrat yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Maybrat masih dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti stunting, gizi buruk, serta angka kematian ibu dan anak yang masih cukup tinggi.

Menurutnya, persoalan kesehatan ibu dan anak serta pemenuhan gizi seimbang bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak.
“Kesehatan tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bergerak secara kolektif agar kemajuan di bidang kesehatan di Kabupaten Maybrat dapat berjalan lebih baik ke depan. Kita ingin melihat anak-anak Maybrat tumbuh menjadi generasi dan pemimpin bangsa yang hebat di masa depan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya intervensi kesehatan yang dilakukan sejak dini, mulai dari kesehatan reproduksi remaja, masa kehamilan, hingga seribu hari pertama kehidupan (HPK).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyoroti pentingnya penguatan jejaring pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Maybrat. Menurutnya, sistem pelayanan kesehatan hanya akan berjalan baik apabila seluruh unsur, mulai dari tingkat kabupaten hingga kampung, dapat bekerja secara terintegrasi.

Ia menjelaskan bahwa jejaring tersebut harus melibatkan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, BKKBN, dinas terkait lainnya, rumah sakit, puskesmas, pustu, posyandu, kader kesehatan kampung, tokoh agama, hingga tokoh adat sebagai penggerak di tengah masyarakat.
“Melalui koordinasi ini, saya minta jejaring rujukan dan jejaring pemantauan gizi harus diperjelas aturannya. Jangan sampai ada ibu hamil berisiko tinggi yang luput dari pantauan, dan jangan sampai ada balita yang mengalami gizi buruk tidak mendapat perhatian,” tegasnya.

Melalui kegiatan rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Maybrat berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antar seluruh pihak dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Maybrat(Ones).