Maybrat, WabupPapua.com – Bupati Maybrat, Karel Murafer, S.H., M.A., mengikuti rapat koordinasi secara virtual (Zoom Meeting) bersama Kepala Sekretariat Presiden Republik Indonesia, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah kepala daerah dari wilayah tertinggal serta jajaran kementerian dan lembaga terkait.

Rapat yang berlangsung di ruang rapat Pemerintah Kabupaten Maybrat itu juga dihadiri oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat. Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan di daerah-daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Dalam rapat tersebut, hadir pula Kepala Sekretariat Wakil Presiden, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta perwakilan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Fokus pembahasan diarahkan pada upaya percepatan pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, termasuk sejumlah daerah di Provinsi Papua Barat Daya.

Bupati Karel Murafer menyampaikan berbagai kebutuhan prioritas Kabupaten Maybrat yang perlu mendapat perhatian pemerintah pusat. Dalam kesempatan yang diberikan kepada setiap kepala daerah untuk memaparkan usulan selama lima menit, Bupati Maybrat menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan kesehatan, serta penguatan sektor pendidikan.

Beberapa usulan strategis yang disampaikan antara lain pembangunan dan peningkatan ruas jalan yang menghubungkan wilayah Susumuk menuju Meyerga, pembangunan jalan Frataven–Feef melalui Mare, serta pembangunan sejumlah ruas jalan penghubung antarwilayah lainnya guna membuka akses masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Maybrat juga mengusulkan pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan, termasuk pembangunan puskesmas di sejumlah distrik yang hingga kini masih membutuhkan sarana pelayanan kesehatan yang memadai.
Di sektor pendidikan, Bupati Maybrat mengajukan perbaikan dan peningkatan fasilitas sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA.

Usulan tersebut mencakup rehabilitasi bangunan sekolah, penyediaan sarana penunjang pendidikan, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Maybrat.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Maybrat juga mengusulkan program penyediaan jaringan listrik melalui program Indonesia Terang, perluasan akses internet, serta penguatan infrastruktur telekomunikasi guna mendukung pelayanan publik dan pembangunan sumber daya manusia.

Seluruh usulan yang disampaikan para kepala daerah dalam rapat tersebut akan dihimpun oleh Sekretariat Presiden dan kementerian terkait untuk selanjutnya menjadi bahan laporan kepada Presiden Republik Indonesia sebagai bagian dari penyusunan kebijakan percepatan pembangunan nasional.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Maybrat berharap berbagai usulan prioritas yang telah disampaikan dapat memperoleh dukungan pemerintah pusat sehingga mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Maybrat;(Ones).