KUMURKEK, WabupPapua.com – Anggota DPR Papua Barat Daya, Maria jitmau bersama anggota DPR Papua Barat Daya Welem Assem dan Habel Howay, melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring ke Rumah Sakit Pratama Kabupaten Maybrat serta meninjau pembangunan ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Selasa (14/7/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan bantuan peralatan kesehatan yang telah dialokasikan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya pada Tahun Anggaran 2025 dan 2026 benar-benar telah diterima dan dimanfaatkan oleh rumah sakit, sekaligus menyerap berbagai persoalan yang dihadapi sektor kesehatan di Kabupaten Maybrat.
Dalam arahannya, Maria Jitmau selaku wakil ketua III DPR papua Barat Daya menegaskan bahwa pengawasan terhadap penggunaan anggaran merupakan bagian dari tugas konstitusional DPR Papua Barat Daya.
“Kami datang untuk melihat secara langsung kondisi rumah sakit, mengecek peralatan kesehatan yang telah dibantu oleh Pemerintah Provinsi, sekaligus mendengar berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi agar dapat kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setelah melakukan peninjauan di rumah sakit, rombongan DPR Papua Barat Daya juga akan memonitor sejumlah ruas jalan provinsi yang sedang dikerjakan di Kabupaten Maybrat guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan anggaran yang telah dialokasikan.
Maria juga mengungkapkan bahwa pembangunan lanjutan Rumah Sakit Pratama Maybrat masih menghadapi kendala pengadaan lahan. Menurutnya, persoalan tersebut telah disampaikan kepada Bupati Maybrat dan akan dibahas bersama pemerintah daerah agar proses pembangunan dapat segera dilanjutkan.
“Kami berharap persoalan tanah dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan rumah sakit bisa berjalan sesuai rencana dan masyarakat Maybrat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih layak tanpa harus dirujuk ke daerah lain,” katanya.

Sementara itu,anggota DPR papua Barat Daya Welem Assem menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap pelaksanaan program pemerintah.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah uang rakyat benar-benar diwujudkan dalam bentuk pelayanan yang dirasakan masyarakat. Bila masih ada kekurangan fasilitas, tenaga kesehatan maupun peralatan medis, DPR akan memanggil Dinas Kesehatan Provinsi untuk mencari solusi sesuai kewenangan yang ada,” tegasnya.
Menurutnya, rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan dasar yang sangat penting sehingga harus didukung dengan tenaga medis, obat-obatan, sarana pendukung, listrik, air bersih hingga infrastruktur yang memadai.
Ia juga mengajak seluruh tenaga kesehatan agar menyampaikan seluruh kebutuhan rumah sakit kepada DPR sehingga dapat diperjuangkan dalam pembahasan anggaran.
Senada dengan itu, Habel Howay menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Sakit Pratama Maybrat menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Ia mengatakan DPR akan mengawal berbagai kebutuhan rumah sakit, termasuk pengadaan fasilitas kesehatan, penyediaan tenaga dokter, hingga dukungan anggaran pada APBD Tahun 2027.
“Kami datang bukan hanya melihat apa yang sudah dibantu, tetapi juga mencatat seluruh kekurangan agar dapat diperjuangkan bersama Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur RS Pratama Kabupaten Maybrat, dr. Sony Fatie, menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPR Papua Barat Daya yang dinilai menjadi bentuk perhatian nyata terhadap pelayanan kesehatan di Maybrat.
Ia mengungkapkan bahwa Rumah Sakit Pratama Maybrat tengah dipersiapkan untuk naik status menjadi Rumah Sakit Kelas C melalui program peningkatan layanan kesehatan nasional yang didampingi oleh RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta.
Menurutnya, peningkatan status tersebut membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun DPR, terutama dalam penyusunan regulasi kesehatan daerah, penyediaan tenaga dokter spesialis, serta penguatan tata kelola rumah sakit.
“Saat ini kami baru memiliki tiga dokter umum, sementara ke depan rumah sakit membutuhkan sedikitnya tujuh dokter spesialis untuk memenuhi standar pelayanan. Selain itu, kami juga memerlukan dukungan melalui dana Otonomi Khusus guna memperkuat sarana dan prasarana pelayanan kesehatan,” jelas dr. Sony.
Ia juga menjelaskan bahwa banyak warga Maybrat masih berobat ke Kabupaten Sorong, Kota Sorong maupun Sorong Selatan sehingga klaim BPJS Kesehatan mengalir ke daerah tersebut. Apabila pelayanan di RS Pratama Maybrat semakin lengkap, maka masyarakat dapat memperoleh pelayanan di daerah sendiri sekaligus meningkatkan pendapatan rumah sakit melalui klaim BPJS.
Kunjungan kerja DPR Papua Barat Daya tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pelayanan kesehatan serta pembangunan infrastruktur di Kabupaten Maybrat, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan publik yang semakin baik dan berkualitas;(Ones).




komentar terbaru