Belanda, wabuppapua.com – Tokoh rohani Papua, Fred Athaboe, SH, kembali mengajak umat Kristen untuk terus mendoakan Israel serta memperkuat hubungan rohani dengan Gereja di Yerusalem. Ajakan tersebut disampaikan melalui surat pastoral bertanggal 18 Juli 2026 yang ditujukan kepada seluruh saudara seiman yang setiap bulan mengikuti ibadah pada tanggal 18.
Dalam suratnya, Athaboe mengawali dengan ucapan syukur atas penyertaan Tuhan serta mengingatkan kembali makna ibadah bulanan yang menurutnya menjadi momentum untuk mensyukuri kasih karunia Tuhan yang telah membawanya pertama kali ke Yerusalem pada 18 Maret 1994.
Ia menjelaskan bahwa kunjungannya ke Yerusalem bukanlah perjalanan wisata, melainkan sebuah panggilan rohani untuk berdoa bagi Tanah Papua sekaligus membangun hubungan kemitraan dengan Gereja Anak Domba di Gunung Sion, Yerusalem.
Athaboe mengisahkan pertemuannya dengan Pastor Benjamin Berger dan Pastor Reuven Berger. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan keyakinannya bahwa Tuhan telah mempersiapkan kedua pemimpin gereja tersebut untuk mendukung panggilan rohani yang diterimanya melalui apa yang disebut sebagai Visiun Athena Tahun 1985, yaitu mendoakan pertobatan dan keselamatan bangsa Israel.
Menurut Athaboe, hubungan antara gereja-gereja di Papua dengan gereja di Yerusalem memiliki makna teologis yang mendalam karena mencerminkan kesatuan tubuh Kristus. Ia juga mengutip Roma pasal 11 mengenai gambaran “Pohon Zaitun Asli” sebagai simbol hubungan antara umat percaya dari bangsa Yahudi dan bangsa-bangsa lain yang percaya kepada Yesus Kristus.
Dalam suratnya, Athaboe turut menguraikan alasan mengapa Yerusalem memiliki posisi yang sangat penting dalam iman Kristen. Ia menyebutkan bahwa di kota tersebut Yesus Kristus ditangkap, diadili, disalibkan, wafat, dikuburkan, bangkit pada hari ketiga, naik ke surga, mencurahkan Roh Kudus kepada para murid, serta menjadi tempat lahirnya jemaat Perjanjian Baru.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa Yerusalem akan menjadi pusat pemerintahan Kristus pada masa Kerajaan Seribu Tahun, sebagaimana dipahami dalam pandangan eskatologi yang dianutnya.
Athaboe juga menyoroti hubungan kerja sama antara Gereja Injili di Indonesia (GIDI) dan Gereja Anak Domba di Yerusalem yang dimulai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada tahun 2007. Menurutnya, kemitraan tersebut telah membawa pertumbuhan pelayanan GIDI di Tanah Papua hingga menjangkau berbagai daerah di Indonesia bahkan ke sejumlah negara.
Di bagian akhir suratnya, Athaboe mengimbau setiap keluarga Kristen agar menyediakan waktu khusus setiap hari untuk berdoa bagi pertobatan dan keselamatan bangsa Israel. Ia meyakini doa tersebut merupakan bagian dari panggilan orang percaya dalam mendukung pekerjaan Tuhan.
“Saya mengajak setiap keluarga Kristen untuk tetap setia berdoa bagi Israel, hidup dalam kasih Kristus, dan terus mengandalkan Tuhan dalam setiap rencana kehidupan,” tulis Athaboe dalam penutup suratnya.
Surat pastoral tersebut menjadi refleksi iman sekaligus ajakan kepada umat Kristen untuk mempererat kehidupan doa, memperkuat persatuan gereja, serta memandang Yerusalem sebagai bagian penting dalam sejarah keselamatan menurut keyakinan iman Kristen(ones).




komentar terbaru