Belanda, Wabumpapua.com – Sebuah tulisan rohani yang disusun oleh Bapak Fred Athaboe, S.H., tertanggal Nieuwgein, Belanda, 7 Agustus 2026, mengangkat refleksi mengenai masa depan Orang Asli Papua (OAP), pentingnya mempertahankan eksistensi masyarakat adat Papua, serta ajakan untuk hidup dalam persatuan, pertobatan, dan iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

Dalam naskah yang terdiri dari delapan halaman tersebut, penulis menyampaikan pandangannya bahwa Orang Asli Papua menghadapi berbagai tantangan di masa depan, baik dari sisi sosial, demografi, maupun pembangunan. Menurutnya, diperlukan perhatian serius terhadap keberlangsungan hidup masyarakat adat Papua agar tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan di Tanah Papua.

Tulisan itu juga menekankan bahwa pembangunan Papua tidak hanya membutuhkan kebijakan pemerintah, tetapi juga dukungan seluruh elemen masyarakat. Penulis mengajak masyarakat Papua untuk menjaga persatuan, memperkuat iman, serta menghindari perpecahan yang dapat menghambat kemajuan daerah.

Selain membahas kondisi Orang Asli Papua, naskah tersebut memuat refleksi mengenai pelaksanaan Otonomi Khusus Papua, dinamika pembangunan, dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pembangunan yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat.

Di bagian akhir tulisannya, Fred Athaboe mengajak seluruh umat Kristen di Tanah Papua untuk tetap mengandalkan Tuhan, mempererat persaudaraan, serta mendoakan kedamaian dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Papua. Ia berharap nilai-nilai kasih, persatuan, dan iman menjadi landasan dalam membangun Papua yang damai, maju, dan sejahtera.

Tulisan tersebut merupakan pandangan dan refleksi pribadi penulis yang berlandaskan keyakinan keagamaan, serta diharapkan menjadi bahan perenungan bagi masyarakat dalam menyikapi berbagai tantangan pembangunan di Tanah Papua;(Ones).