Maybrat, Wabumpapua.com – Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menggelar sosialisasi dan pembahasan draf Peraturan Bupati (Perbup) terkait standar pelayanan pendidikan, bantuan studi, serta inovasi model pendidikan sehari penuh (full day school).

Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan dan anggota DPRK Kabupaten Maybrat, Sekretaris Daerah Kabupaten Maybrat Ferdinandus Taa, S.H., M.Si., Asisten I Bidang Pemerintahan, bagian hukum Sekretariat Daerah, Bappeda, serta jajaran Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maybrat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk berdiskusi dan memberikan masukan terhadap sejumlah draf regulasi yang sedang disiapkan pemerintah daerah.

Ia meminta seluruh peserta yang hadir memberikan saran, koreksi dan pemikiran konstruktif agar regulasi yang nantinya ditetapkan benar-benar menjawab kebutuhan pendidikan di Kabupaten Maybrat.
“Yang kita lakukan hari ini adalah diskusi. Saya berharap semua yang hadir dapat memberikan masukan dan saran untuk memperkaya draf Peraturan Bupati yang telah disiapkan oleh Dinas Pendidikan,” ujar Ferdinandus.

Menurutnya, salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius adalah pengaturan mengenai bantuan studi bagi mahasiswa asal Maybrat. Regulasi tersebut harus memiliki kriteria yang jelas sehingga bantuan pemerintah benar-benar diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan dan memiliki kesungguhan menyelesaikan pendidikan.

Ia mencontohkan, kriteria penerima bantuan dapat mempertimbangkan indeks prestasi kumulatif (IPK), status aktif sebagai mahasiswa, serta masa studi.
“Misalnya IPK harus memenuhi standar tertentu dan mahasiswa tersebut benar-benar aktif. Jangan sampai mahasiswa yang sudah kuliah terlalu lama tanpa kejelasan terus-menerus mendapatkan bantuan. Kita harus membuat aturan yang jelas,” tegasnya.

Ferdinandus juga mendorong pengembangan sekolah unggulan dan sistem pendidikan berasrama di Kabupaten Maybrat. Menurutnya, pendidikan berpola asrama harus memiliki sistem pembinaan yang teratur, mulai dari kegiatan belajar, olahraga, kedisiplinan hingga pembentukan karakter peserta didik.

Ia menilai pengembangan sekolah unggulan merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Maybrat.
“Kita harus membangun sistem pendidikan yang terarah. Ada waktu belajar, olahraga, pembinaan karakter dan kegiatan lainnya yang semuanya diatur dengan baik. Ini harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan SDM,” katanya.

Sekda juga menegaskan bahwa penggunaan anggaran pendidikan harus diarahkan kepada program yang benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Menurutnya, pembangunan fasilitas yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan peningkatan kualitas pendidikan perlu dievaluasi. Anggaran pendidikan, kata dia, harus diprioritaskan untuk kebutuhan seperti peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku, komputer, laboratorium, perpustakaan, digitalisasi pendidikan dan program pembelajaran peserta didik.
“Kalau memang untuk peningkatan mutu pendidikan, kita dukung. Buku, seragam, komputer, laboratorium, perpustakaan, digitalisasi, peningkatan kapasitas guru dan kursus bahasa bagi anak-anak, itu yang harus diperkuat,” tegas Ferdinandus.

Ia juga mendorong agar guru diberikan kesempatan mengikuti pelatihan dan pengembangan kompetensi di berbagai lembaga pendidikan sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan kembali di sekolah-sekolah di Kabupaten Maybrat.

Ferdinandus menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya dapat diukur melalui angka, tetapi juga melalui kualitas peserta didik, kemampuan membaca, menulis, berhitung serta pembentukan karakter.

Ia menyoroti pentingnya mengembalikan budaya sopan santun dan penghormatan antara peserta didik dengan guru di lingkungan sekolah.
“Pendidikan itu bukan hanya soal angka. Mutu guru penting, tetapi karakter anak-anak juga penting. Anak harus bisa membaca, menulis dan berhitung, tetapi juga harus memiliki karakter yang baik,” ujarnya.

Ia berharap regulasi pendidikan yang sedang dibahas dapat menjadi instrumen untuk memperbaiki berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Maybrat, termasuk persoalan mutu guru, angka putus sekolah, kemampuan dasar peserta didik dan tata kelola pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maybrat, Hendrik Frasawi, S.Sos., M.AP., mengatakan, kehadiran pimpinan dan jajaran DPRK dalam kegiatan tersebut merupakan momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan pendidikan.

Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian pimpinan DPRK terhadap perkembangan pendidikan di Kabupaten Maybrat.
“Ini menjadi sejarah dan bukti bahwa kita bisa duduk bersama. Hari ini kami mendapatkan kunjungan dan masukan yang sangat berharga dari pimpinan DPRK bersama jajarannya. Mari kita sama-sama berikhtiar untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik,” kata Hendrik.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan membahas secara bersama-sama sejumlah draf Peraturan Bupati yang sedang disusun oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.
Beberapa regulasi yang dibahas antara lain Perbup tentang Standar Pelayanan Pendidikan di Kabupaten Maybrat, Perbup tentang bantuan studi, serta Perbup mengenai sekolah sepanjang hari atau full day school.
“Kami sedang menyusun draf Peraturan Bupati tentang beberapa komponen pendidikan yang menjadi bagian dari konsekuensi pelayanan pendidikan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Maybrat,” jelasnya.

Hendrik berharap seluruh masukan yang disampaikan dalam forum tersebut dapat menjadi bahan penyempurnaan sebelum regulasi ditetapkan.
“Kami berharap apa yang lahir dari kegiatan hari ini benar-benar menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat. Kita tidak hanya membuat regulasi, tetapi harus memberikan dampak positif bagi masa depan pendidikan di Kabupaten Maybrat,” ujarnya.

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan akan menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan dalam pembahasan tersebut agar kebijakan pendidikan ke depan lebih terarah, terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pembahasan draf Perbup ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat tata kelola pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Maybrat;(Ones).