Maybrat, Wabumpapua.com – Pemerintah Kabupaten Maybrat terus memperkuat komitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH). Komitmen tersebut ditandai dengan launching inovasi “Sehari Maybrat” yang berlangsung di Kampung Yukase, Distrik Ayamaru Utara, Kabupaten Maybrat, Jumat (4/9/2026).
Inovasi “Sehari Maybrat” dirancang sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang sehat, berkarakter, produktif, mandiri dan memiliki keterampilan menghadapi perkembangan zaman.
Dalam materi publikasi kegiatan, program tersebut mengusung visi mewujudkan generasi Maybrat yang cerdas, sehat, berkarakter, produktif dan mandiri sebagai fondasi terwujudnya Kabupaten Maybrat yang aman, maju, sejahtera dan mandiri.
Lima Sekolah Jadi Pelaksana Awal
Pada tahap awal, Program Sekolah Sepanjang Hari melalui inovasi “Sehari Maybrat” dilaksanakan pada lima satuan pendidikan, yakni SD YPK Ebenhaeser Yukase, SD Negeri Mapura, SD Negeri 16 Suwiam, SD Negeri 20 Sire dan SD Negeri Bawi.
Bupati Maybrat Karel Murafer, S.H., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pembangunan daerah.
Menurutnya, pembangunan Maybrat tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kualitas manusia adalah kekuatan utama pembangunan,” tegas Bupati.
Ia menjelaskan, visi Pemerintah Kabupaten Maybrat untuk mewujudkan Maybrat yang aman, maju, sejahtera dan mandiri membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, pendidikan menjadi fondasi utama untuk mempersiapkan generasi muda yang cerdas, profesional, berkarakter dan mampu menghadapi perubahan zaman.
Program tersebut, kata dia, harus diarahkan untuk menciptakan ruang belajar yang aman, produktif dan menyenangkan sehingga peserta didik memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar, mengembangkan bakat dan minat, membangun karakter serta mendapatkan pendampingan.
“Program Sekolah Sepanjang Hari bukan sekadar menambah waktu anak berada di sekolah. Program ini kita dorong untuk menciptakan ruang belajar yang lebih aman, produktif dan menyenangkan,” ujarnya.
Ia menekankan pendidikan di Maybrat harus mampu membentuk manusia secara utuh. Anak-anak tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, keterampilan, kesehatan, kreativitas, kedisiplinan dan kepedulian sosial.
Bupati berharap generasi muda Maybrat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, jujur, menghormati orang tua, memiliki keterampilan serta mampu hidup mandiri.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari nilai akademik maupun jumlah sekolah yang melaksanakan program SSH. Ukuran terpenting adalah adanya perubahan positif pada peserta didik.
“Kita ingin melihat anak-anak semakin senang belajar, memiliki karakter yang baik, kemampuan mereka meningkat, sehat, kreatif, disiplin dan semakin siap menghadapi masa depan,” katanya.
Orang Tua Memiliki Peran Penting
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan guru. Orang tua memiliki peran penting karena pendidikan pertama dan utama berlangsung di lingkungan keluarga.
Karena itu, ia mengajak para orang tua memberikan perhatian, pengawasan, kasih sayang dan teladan yang baik kepada anak-anak.
Bupati menilai pendidikan merupakan salah satu warisan terbesar yang dapat diberikan orang tua kepada generasi penerus.Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membangun pola pikir bahwa tujuan akhir pendidikan hanya untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Tidak semua anak harus menjadi ASN. Yang paling penting adalah mereka mendapatkan pendidikan yang baik, memiliki keterampilan, tekun, disiplin dan mampu menciptakan kehidupan yang mandiri,” tegasnya.
Menurutnya, anak-anak Maybrat memiliki peluang untuk mengembangkan diri di berbagai bidang, baik pemerintahan, sektor swasta maupun dunia usaha.
Dorong Penguasaan Teknologi dan Bahasa Inggris.
Menurutnya, perkembangan jaringan informasi dan internet harus dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta didik.
Ia berharap anak-anak Maybrat mampu menguasai teknologi, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan baik. Penguasaan bahasa Inggris dinilai dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk belajar, bekerja dan berkompetisi hingga tingkat internasional.
Namun, Bupati mengingatkan agar teknologi digunakan secara positif untuk belajar, membaca, mencari informasi dan mengembangkan kemampuan, bukan untuk aktivitas yang dapat merusak masa depan generasi muda.
“Sehari Maybrat” Usung Empat Konsep
Bupati menjelaskan, inovasi “Sehari Maybrat” dalam Program Sekolah Sepanjang Hari mengusung empat konsep utama, yakni holistik, adaptif, ramah dan inovatif.
Konsep holistik berarti pendidikan diarahkan untuk membangun manusia secara utuh, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga karakter, keterampilan, kesehatan dan kehidupan sosial.Konsep adaptif berarti sistem pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi, budaya dan kebutuhan masyarakat Maybrat.

Sementara konsep ramah menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan setara bagi seluruh peserta didik.
Adapun konsep inovatif mengharuskan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan berani menghadirkan pendekatan-pendekatan baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan sesuai perkembangan zaman.
Bupati berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Kabupaten Maybrat.
Gerakan tersebut diharapkan melibatkan pemerintah daerah, guru, kepala sekolah, orang tua, kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tenaga kesehatan, perguruan tinggi serta seluruh masyarakat.
Perkuat Kolaborasi dengan Unipa
Dalam pengembangan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Maybrat juga mendorong penguatan kerja sama dengan Universitas Papua (Unipa).
Kerja sama tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui penelitian, pendampingan, monitoring dan evaluasi sehingga kebijakan pendidikan yang diambil pemerintah daerah benar-benar berdasarkan data, kondisi serta kebutuhan masyarakat.
Bupati juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Sekolah Sepanjang Hari selama ini telah dilakukan di sejumlah wilayah dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan aksesibilitas.
Ke depan, pola tersebut perlu terus dievaluasi dan dikembangkan. Jika diperlukan, pemerintah daerah dapat mengkaji pola sekolah terpusat pada jenjang tertentu, khususnya bagi anak-anak yang menghadapi kendala jarak dan akses pendidikan.
“Hal ini perlu dikaji secara matang oleh Dinas Pendidikan bersama seluruh pemangku kepentingan agar anak-anak kita memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik,” katanya.

Bupati mengakui Kabupaten Maybrat masih menghadapi berbagai tantangan dalam bidang pendidikan, mulai dari jarak antarwilayah, akses transportasi, kondisi geografis, keterbatasan fasilitas hingga kebutuhan tenaga pendidik.
Namun, berbagai tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya peningkatan kualitas pendidikan.
“Kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi kita untuk berhenti belajar dan mengajar,” tegasnya.
Ia menegaskan pendidikan merupakan investasi yang sangat mahal sekaligus sangat berharga. Karena itu, perhatian terhadap sektor pendidikan harus diberikan secara berkelanjutan mulai dari jenjang TK, PAUD, SD, SMP, SMA hingga SMK.
Bupati kemudian mengajak seluruh pemangku kepentingan bersama-sama mengawal pelaksanaan inovasi “Sehari Maybrat” agar benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda.
“Kita kawal anak-anak kita. Kita jaga mereka. Kita berikan pendidikan yang terbaik kepada mereka, karena masa depan Kabupaten Maybrat berada di tangan generasi muda yang sedang kita didik hari ini,” pungkasnya.
Launching inovasi “Sehari Maybrat” diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas sekaligus mempersiapkan generasi Maybrat yang unggul, mandiri, profesional dan berkarakter.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni;Wakil Rektor IV Universitas Papua (UNIPA) yang mewakili Universitas Papua,Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat Daya,
Unsur TNI dan Polri yang hadir dan terlibat dalam mendukung serta mengawal pelaksanaan kegiatan.
Para pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat,Para kepala distrik,kepala kampung serta guru-guru pendamping serta orang tua murid dan siswa-siswi(Ones).




komentar terbaru