Maybrat, Wabumpapua.Com — Bupati Maybrat Karel Murafer, SH, MA yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa, SH, M.Si, secara resmi membuka kegiatan Diseminasi Inovasi Model Pendidikan “Sehari Maybrat” yang berlangsung di Aula Pertemuan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maybrat, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pimpinan DPRK Maybrat, jajaran Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maybrat, tim pengembangan inovasi Sehari Maybrat, akademisi dari Universitas Papua (UNIPA), para pendidik, staf dinas.
Dalam sambutan Bupati Maybrat yang disampaikan Sekda Ferdinandus Taa, pemerintah daerah memandang pendidikan sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus menentukan masa depan Kabupaten Maybrat.
Karena itu, menurutnya, berbagai inovasi di bidang pendidikan perlu terus dikembangkan agar mampu menjawab kondisi, tantangan, dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Maybrat.
“Pemerintah Kabupaten Maybrat memandang bahwa pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Oleh karena itu, berbagai inovasi pendidikan perlu dikembangkan agar mampu menjawab kondisi dan kebutuhan masyarakat;Ujarnya.
Ia menjelaskan, Sehari Maybrat merupakan sebuah inovasi yang digagas oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maybrat, Hendrik Frasawi, S.Sos., M.AP. Inovasi tersebut menawarkan pendekatan pendidikan yang holistik, adaptif, ramah, dan inovatif.
Konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga mengintegrasikan penguatan karakter, literasi dan numerasi, olahraga, budaya lokal, pengembangan minat dan bakat, kewirausahaan, serta perhatian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi peserta didik.
Menurut pemerintah daerah, konsep Sehari Maybrat tidak dimaksudkan sekadar memperpanjang waktu anak berada di sekolah.
Lebih dari itu, inovasi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang memberikan ruang kepada peserta didik untuk belajar, bertumbuh, membangun karakter, mengenal budaya, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
“Sehari Maybrat bukan sekadar memperpanjang waktu anak berada di sekolah. Kita ingin membangun sebuah ekosistem pendidikan yang memberikan ruang kepada anak untuk belajar, bertumbuh, berkarakter, mengenal budayanya, mengembangkan potensinya, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, keberhasilan pelaksanaan Sehari Maybrat tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Pendidikan maupun pihak sekolah. Program tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan bersama dari pemerintah daerah, sekolah, orang tua, pemerintah kampung, tokoh adat, tokoh agama, perguruan tinggi, dunia usaha, serta seluruh masyarakat.
Bupati juga mendorong agar inovasi Sehari Maybrat tidak berhenti sebagai sebuah gagasan maupun proyek perubahan. Pemerintah daerah perlu memastikan adanya regulasi atau pedoman pelaksanaan, termasuk standar operasional prosedur (SOP), peningkatan kapasitas guru, dukungan pembiayaan, serta monitoring dan evaluasi.
“Keberhasilan Sehari Maybrat tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Pendidikan atau sekolah.
Ini merupakan tanggung jawab bersama pemerintah daerah, sekolah, orang tua, pemerintah kampung, tokoh adat, tokoh agama, perguruan tinggi, dunia usaha dan seluruh masyarakat,” katanya.
Tahapan pengembangan program, lanjutnya, diarahkan mulai dari konsolidasi dan penyusunan regulasi, implementasi, evaluasi hingga kemungkinan replikasi ke sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Maybrat.
Bupati berharap kegiatan diseminasi tersebut dapat menjadi ruang untuk membangun pemahaman yang sama, memperkuat komitmen bersama, serta meningkatkan kolaborasi dalam rangka memperbaiki kualitas pendidikan di Kabupaten Maybrat.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan sekolah bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter, pengembangan potensi anak, pelestarian budaya lokal, serta pembangunan manusia Maybrat.
“Marilah kita jadikan sekolah bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter, pengembangan potensi anak, pelestarian budaya, dan pembangunan manusia Maybrat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan inovasi Sehari Maybrat, termasuk tim dari Universitas Papua yang selama ini turut mendampingi berbagai program pendidikan di Kabupaten Maybrat.
Bupati berharap inovasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan menjadi bagian penting dari upaya bersama membangun Kabupaten Maybrat melalui sektor pendidikan.
“Belajar, berkarya, berbudaya sepanjang hari,” menjadi semangat yang ditekankan dalam pengembangan inovasi Sehari Maybrat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dan pembahasan terkait pengembangan inovasi model pendidikan Sehari Maybrat bersama para peserta dan pemangku kepentingan pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Maybrat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sekaligus tetap berpijak pada lingkungan, budaya, dan karakter masyarakat Maybrat;(Ones).




komentar terbaru