Sorong Selatan, Wabumpapua.Com – PT Pertamina Patra Niaga meresmikan lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) SPBU Kompak 86.984.36 yang dikelola PT Sinar Sumbe Mandiri di Kampung Sumano, Distrik Kais, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, Senin (28/9/2026).
Peresmian tersebut dilakukan Sales Area Manager (SAM) Papua Barat dan Papua Barat Daya PT Pertamina Patra Niaga, Arif Rahman Khakim, didampingi Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan yang diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Yulius Keba, Wakil Ketua I DPRK Sorong Selatan Ali Juhuri, anggota DPR Provinsi Papua Barat Daya Kartenz Malibela, Komisaris PT. Osa Muna Grup Harun Kareth, serta pihak Bank Papua Cabang Maybrat.
Turut hadir Kepala Distrik Kais, Kepala Kampung Benawa Habayo Aser Idene, Kepala Kampung Sumano Yulius Tairare, Kapolsek Kais Isak Samuel Ibo, Pimpinan Bank Papua Cabang Maybrat Apilus Bubre, RM Kredit Bank Papua Cabang Maybrat Sony Wattimena, Direktur PT Sinar Sumber Mandiri Yosep Titrolobi, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Arif Rahman Khakim mengatakan kehadiran SPBU Kompak tersebut tidak hanya ditujukan sebagai fasilitas pelayanan BBM, tetapi juga diharapkan menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat di Distrik Kais dan wilayah sekitarnya.
“Harapan kami, dengan hadirnya SPBU di Kais atau di Kampung Sumano ini bukan hanya sekadar fasilitas, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar, bermanfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Distrik Kais,” ujar Arif.
Menurutnya, pembangunan lembaga penyalur BBM tersebut merupakan hasil kerja sama dan perjuangan berbagai pihak untuk membuka akses BBM yang lebih mudah bagi masyarakat di wilayah pedalaman Sorong Selatan.
Arif menegaskan, harga BBM yang dijual melalui lembaga penyalur tersebut mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Bapak-Ibu mau membeli di sini maupun di Sorong, harganya sama. Tidak ditambah-tambahkan dan tidak dikurangi. Harga di Sorong dan di sini kita pastikan sama atau satu harga,” katanya.
Pertamina Usulkan BBM Bersubsidi
Arif juga mengungkapkan bahwa Pertamina bersama pengelola SPBU dan pemerintah daerah sedang melakukan proses pengusulan kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) agar SPBU Kompak tersebut nantinya dapat memperoleh penyaluran BBM bersubsidi.
“Kalau nanti SPBU ini mendapatkan Pertalite maupun solar subsidi, harganya bisa lebih rendah lagi karena sifatnya subsidi yang dibantu negara. Kami akan berjuang bersama agar Pertalite dan solar segera tersedia di SPBU ini,” jelasnya.
Ia mengatakan, keberadaan SPBU tersebut diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat yang selama ini harus membeli BBM dari pedagang eceran dengan harga yang relatif tinggi.
Arif menyebut, berdasarkan kondisi yang ditemuinya dalam perjalanan menuju Kais, harga BBM eceran di sejumlah titik dapat mencapai sekitar Rp40.000 hingga Rp50.000 per botol.
Sementara itu, BBM jenis industri yang tersedia melalui SPBU tersebut disebut berada di kisaran Rp23.500 per liter. Apabila nantinya mendapatkan alokasi BBM bersubsidi, harga yang dibayarkan masyarakat akan mengikuti ketentuan pemerintah.
“Semoga SPBU ini dapat tumbuh, berkembang dan berkelanjutan. Mudah-mudahan dengan adanya SPBU ini, usaha-usaha masyarakat di sekitarnya juga ikut tumbuh sehingga ekonomi masyarakat bergerak,” ujarnya.
Mewakili Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sorong Selatan Yulius Keba menyampaikan apresiasi atas hadirnya fasilitas pelayanan BBM di Kampung Sumano.
Menurut Yulius, masyarakat di wilayah Kais selama ini menghadapi kesulitan untuk mendapatkan BBM dengan harga terjangkau karena faktor jarak dan kondisi geografis.
“Selama ini masyarakat di Kais sangat menderita soal BBM. Untuk mendapatkan BBM dengan harga Rp50 ribu saja sulit. Karena itu, kami bersyukur atas apa yang Tuhan buat dan terjadi di tempat ini,” katanya.
Yulius mengatakan, kehadiran Pertamina di wilayah pedalaman merupakan bagian dari pelayanan negara kepada masyarakat yang berada jauh dari pusat perkotaan.
“Kehadiran Pertamina ini bagaimana menghidupkan masyarakat Indonesia yang ada di wilayah pinggiran. Negara harus hadir untuk seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya yang ada di kota,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan distribusi BBM menuju wilayah distrik yang membutuhkan waktu cukup lama akibat kondisi geografis dan jarak tempuh.
Karena itu, Yulius berharap keberadaan SPBU Kompak di Kampung Sumano dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Kais dan kampung-kampung di sekitarnya dalam memperoleh BBM.
Sementara itu, mewakili Direktur PT Sinar Sumbe Mandiri, Yosep Titrolobi, menyampaikan bahwa pembangunan SPBU Kompak tersebut merupakan hasil perjuangan yang dilakukan selama kurang lebih tiga hingga empat tahun.
Ia menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina Patra Niaga, Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, keluarga, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga SPBU tersebut dapat beroperasi dan diresmikan.
Menurut Yosep, pemilihan Kampung Sumano sebagai lokasi SPBU dilakukan dengan mempertimbangkan jangkauan pelayanan terhadap masyarakat di wilayah Kais dan daerah sekitarnya.
“Kenapa kami memperjuangkan Sumano? Karena ada masyarakat dari Makarolo yang bisa datang membeli di sini, masyarakat Kais bisa datang ke sini, termasuk dari wilayah sekitar. Perusahaan-perusahaan juga bisa membeli di sini,” jelasnya.
Yosep menjelaskan, Kampung Sumano sebelumnya menjadi salah satu alternatif titik pelayanan BBM di wilayah Kais. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan komunikasi dengan Pertamina serta pemerintah daerah, lokasi tersebut akhirnya dipilih sebagai tempat pembangunan SPBU Kompak.
Ia juga mengapresiasi kebijakan Pertamina yang memberikan ruang bagi pengusaha asli Papua untuk terlibat dalam pengelolaan lembaga penyalur BBM.
Menurutnya, kesempatan tersebut penting agar masyarakat asli Papua tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan ekonomi dan investasi di daerahnya sendiri.
“Pertamina membuka ruang bagi putra-putri daerah, orang asli Papua yang ingin membuka SPBU. Ini kesempatan yang harus kita manfaatkan agar kita tidak hanya menjadi penonton,” katanya.
Yosep berharap keberadaan SPBU Kompak tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di sekitar Kampung Sumano.
Ia juga menyampaikan harapan agar dalam waktu dekat pasokan BBM dari Pertamina dapat masuk melalui jalur distribusi yang telah dipersiapkan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.
Peresmian SPBU Kompak 86.984.36 PT Sinar Sumbe Mandiri menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan energi bagi masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Sorong Selatan.
Dengan hadirnya lembaga penyalur BBM tersebut, masyarakat Distrik Kais dan wilayah sekitarnya diharapkan memperoleh akses BBM yang lebih mudah dan terjangkau, sekaligus mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. (Ones)




komentar terbaru