Maybrat, Wabumpapua.Com – Masyarakat Fategomi, Distrik Aitinyo Utara, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, menggelar ibadah syukur dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Pekabaran Injil di Dusun Jabon dan Dusun Mohsom, Minggu (1/11/2026).
Ibadah syukur yang dimulai sejak pukul 05.00 WIT hingga selesai tersebut berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Kegiatan ini dihadiri masyarakat dari 12 kampung di wilayah Fategomi, serta warga yang datang dari berbagai daerah, seperti Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, dan sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Maybrat.
Perayaan HUT ke-78 Pekabaran Injil tahun ini mengusung tema “Bersatu dalam Kasih Kristus, Bertumbuh Bersama untuk Menjadi Berkat”, dengan subtema “Perayaan 78 Tahun Pekabaran Injil Menjadi Momentum bagi Generasi Muda Aitinyo Utara Bertumbuh dalam Iman, Berkarakter Kristus, dan Siap Membangun Negeri.”
Momentum bersejarah ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Fategomi untuk kembali mengenang perjalanan masuknya Injil di wilayah tersebut, sekaligus mempererat tali persaudaraan, memperkokoh persatuan, serta menjaga dan mewariskan nilai-nilai iman Kristen kepada generasi penerus.
Ibadah syukur dipimpin langsung oleh Pdt. A.Y. Souhuat Latumahina, S.Th., selaku Ketua Harian Majelis Jemaat GKI Pison Fategomi. Dalam pelayanan firman, disampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kedamaian, membangun persatuan, serta mempertahankan nilai-nilai keagamaan di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.
Peringatan 78 tahun Pekabaran Injil ini juga dimaknai sebagai fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat, khususnya dalam pembentukan karakter, kemajuan peradaban, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Distrik Aitinyo Utara yang dikenal dengan sebutan Fategomi pada masa lalu.
Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan dan ungkapan syukur atas jasa para penginjil mula-mula yang telah membawa terang Injil serta memberikan perubahan besar bagi kehidupan masyarakat di wilayah Maybrat, khususnya di Fategomi.
Sebelum pelaksanaan puncak perayaan, masyarakat setempat juga secara swadaya melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan situs bersejarah tempat pendaratan Injil. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat dalam menjaga dan merawat warisan sejarah Pekabaran Injil agar tetap terpelihara bagi generasi mendatang.
Ketua Panitia, Yakobus Asmuruf, S.H., dalam arahannya menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sehingga masyarakat Fategomi dapat berkumpul bersama untuk memperingati 78 tahun perjalanan Pekabaran Injil.
“Hari ini kami sangat bersyukur kepada Tuhan karena berkat Injil, masyarakat Fategomi bisa terus berkembang. Harapan kami, di usia ke-78 tahun ini, kedamaian dan kebersamaan di Distrik Aitinyo Utara tetap terjaga,” ungkapnya.
Ia juga berharap momentum peringatan tersebut dapat mendorong generasi muda Fategomi untuk terus menjaga warisan iman dan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh para pendahulu.
Menurutnya, kekompakan dan kebersamaan masyarakat dalam mempertahankan tradisi iman secara turun-temurun merupakan hal yang patut diapresiasi. Karena itu, ia berharap perayaan HUT ke-78 Pekabaran Injil dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Aitinyo Utara untuk terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah, terutama dalam pembangunan mental dan spiritual masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Yakobus Asmuruf atas nama seluruh panitia juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat serta semua pihak yang telah mendukung dan mengambil bagian dalam menyukseskan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-78 Pekabaran Injil di Dusun Jabon dan Dusun Mohsom.
“Atas nama seluruh panitia, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung jalannya perayaan ini. Kiranya Tuhan Yesus, Sang Pemilik pekerjaan pelayanan ini, senantiasa memberkati Bapak dan Ibu sekalian,” tutupnya.
Melalui peringatan HUT ke-78 Pekabaran Injil ini, masyarakat Fategomi diharapkan semakin mempererat persaudaraan, memperkuat kehidupan bergereja, serta mewariskan nilai-nilai iman, kasih, dan persatuan kepada generasi muda sebagai bekal dalam membangun masa depan Distrik Aitinyo Utara dan Kabupaten Maybrat;(Ones).




komentar terbaru