Maybrat, Wabumpapua.Com – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bersama Pemerintah Kabupaten Maybrat dan masyarakat Kampung Jitmau–Ikuf memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) ke-78 sekaligus meresmikan Tugu Pekabaran Injil di Dusun Insnyik, Kampung Jitmau, Distrik Aitinyo Raya, Kabupaten Maybrat, Senin (2/11/2026).
Peringatan yang berlangsung penuh sukacita dan khidmat tersebut mengusung tema “Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya dan akan menceritakan tentang Tuhan kepada angkatan yang akan datang” (Mazmur 22:31).
Sementara subtema yang diangkat yakni “Melalui peringatan 78 tahun Pekabaran Injil di Kampung Jitmau dan Ikuf, kita diajak untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan atas kasih, penyertaan, dan pemeliharaan-Nya sepanjang perjalanan sejarah Injil di tanah ini.”
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Yakob Karet, M.Si., yang mewakili Gubernur Papua Barat Daya. Turut hadir Staf Ahli Bupati Maybrat Bidang Keuangan Elimas Howay, S.E., Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Barat Daya Dr. Absalom Solossa, S.Pi., M.M., Ketua KPU Maybrat Dominggus Isir, anggota DPRK Maybrat Naftali Kambu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maybrat Apilius Kambuaya, S.T., para pimpinan OPD, tokoh gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu S. Sos yang dibacakan Sekda Dr. Yakob Karet, disampaikan bahwa perjalanan Pekabaran Injil selama 78 tahun di Kampung Itas dan Ikuf merupakan bukti nyata penyertaan Tuhan yang terus berlangsung dari generasi ke generasi.
Ia menegaskan, peringatan HUT PI ke-78 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk mengenang jasa, perjuangan, dan pengorbanan para pemberita Injil yang telah meletakkan dasar kehidupan iman di tengah masyarakat.
Menurutnya, para pemberita Injil terdahulu datang dengan penuh kasih dan menghadapi berbagai keterbatasan demi membawa terang kebenaran Kristus kepada masyarakat.
“Tugu yang kita resmikan hari ini menjadi saksi sejarah bahwa dari tempat inilah damai sejahtera Tuhan menyinari kehidupan kita dan akan terus menjadi pengingat bagi anak cucu kita kelak,” demikian pesan Gubernur yang disampaikan melalui Sekda.
Gubernur juga mengajak masyarakat agar terus menjaga warisan iman melalui kehidupan yang dilandasi kasih, persaudaraan, toleransi, dan kerukunan di tengah keberagaman.
Kehadiran Tugu Pekabaran Injil diharapkan semakin memperkuat komitmen masyarakat dalam menjaga persatuan, membangun daerah, serta menjadikan nilai-nilai kasih Kristus sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Maybrat Bidang Keuangan Elimas Howay, S.E., yang mewakili Bupati Maybrat, menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Maybrat kepada panitia pembangunan dan peresmian tugu, panitia perayaan HUT PI ke-78, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peresmian Tugu Insnyik dan peringatan 78 tahun Pekabaran Injil merupakan bagian penting dari pengakuan sejarah Pemerintah Kabupaten Maybrat terhadap perjalanan masuknya Injil di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan, berdasarkan sejarah yang diwariskan masyarakat setempat, Pekabaran Injil di Dusun Insnyik, Kampung Jitmau–Ikuf, dimulai pada 2 November 1948 sekitar pukul 12.30 WIT.
Pada saat itu, dua pemberita Injil pertama, yakni Titus Ergor dan Nabot Ginuni, menginjakkan kaki di tanah tersebut untuk membawa kabar keselamatan bagi masyarakat.
Menurutnya, kedua pemberita Injil tersebut bukanlah manusia luar biasa ataupun nabi, tetapi Tuhan memakai mereka sebagai alat untuk memberitakan Injil. Doa dan kesaksian mereka kemudian menjadi berkat yang diwariskan secara turun-temurun bagi masyarakat Itas dan Ikuf.
Ia juga menyampaikan bahwa banyak anak negeri dari kedua kampung tersebut telah tumbuh menjadi tokoh dan mengambil bagian dalam pembangunan di berbagai wilayah, khususnya di Tanah Papua.
Lebih lanjut, Elimas mengingatkan masyarakat tentang nilai-nilai yang terkandung dalam nubuatan yang disampaikan kepada Rasul Maybrat Ruben Rumbiak pada 21 Oktober 1951. Dalam nubuatan tersebut, anak-anak Jitmau dan Ikuf disebut akan menjadi pembangun di Tanah Papua dengan tetap memelihara kesatuan, kerendahan hati, kasih, dan penghormatan kepada semua orang.
“Semakin maju zaman, jangan sampai membuat kita melupakan dasar iman yang telah ditanamkan oleh para pendahulu. Tugu Insnyik yang diresmikan hari ini bukan sekadar monumen batu, melainkan pengingat abadi bahwa Injil yang diterima nenek moyang kita telah mengubah peradaban, mengangkat martabat, dan membawa damai sejahtera bagi kita semua,” ungkapnya.
Ia menambahkan, semangat Pekabaran Injil sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Maybrat, yakni mewujudkan Maybrat yang aman, maju, sejahtera, dan mandiri berdasarkan nilai-nilai Teofani.
Karena itu, seluruh masyarakat diajak untuk terus menjaga persatuan dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah dengan berlandaskan iman, kasih, serta kerendahan hati.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Klasis GKI Aitinyo, Pdt. Yudith A. Sohouwat, S.Th., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan 78 tahun Pekabaran Injil sekaligus peresmian Tugu Pekabaran Injil di Kampung Jitmau.
Ia mengungkapkan bahwa perjuangan dan pengorbanan para pemberita Injil terdahulu telah menghasilkan berkat yang terus mengalir dari generasi ke generasi, meskipun sebagian besar dari mereka telah berpulang ke rumah Bapa.
Menurutnya, Tugu Pekabaran Injil yang berdiri di Kampung Jitmau bukan sekadar bangunan fisik, melainkan saksi sejarah perjalanan Injil yang telah membawa damai sejahtera dan sukacita bagi kehidupan masyarakat.
“Tugu ini menjadi pengingat bagi kita agar senantiasa menjauhi perbuatan yang tidak memuliakan Tuhan serta hidup dalam kesatuan, kerendahan hati, dan kasih yang tulus antarsesama,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Ia juga menyebutkan bahwa saat ini terdapat enam gereja yang tumbuh dan berkembang di wilayah Aitinyo sebagai buah dari benih Pekabaran Injil yang pertama kali ditanamkan di tanah tersebut.
Karena itu, ia mengajak seluruh jemaat agar tidak hanya melihat pertumbuhan gereja dari jumlah bangunan, tetapi lebih mengutamakan pertumbuhan iman serta peran gereja dalam menghadirkan berkat bagi masyarakat.
Puncak kegiatan ditandai dengan pengguntingan pita sebagai simbol peresmian Tugu Insnyik, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti, foto bersama, serta pelepasan burung merpati sebagai simbol peresmian.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan ramah tamah bersama masyarakat serta para tamu undangan.
Peringatan HUT Pekabaran Injil ke-78 dan peresmian Tugu Insnyik diharapkan tidak hanya menjadi pengingat perjalanan sejarah masuknya Injil di Kampung Itas–Ikuf, tetapi juga menjadi warisan iman bagi generasi penerus.
Melalui momentum bersejarah tersebut, masyarakat diharapkan terus memelihara nilai-nilai iman, persaudaraan, persatuan, kerukunan, dan kasih, sekaligus mengambil bagian aktif dalam pembangunan Kabupaten Maybrat dan Tanah Papua.(Ones)




komentar terbaru