Sorong Selatan, wabumpapua.com— Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya turut hadir dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 pendaratan Injil di Tanah Saden (Whrofoyo/Sondrofoyo), yang berlangsung meriah di Distrik Sawiat, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Rabu (1/10/2025).
Perayaan yang dipusatkan di lapangan Sekolah SD YPK Mubarak Sondrofoyo, Kampung Sawiat, ini diawali dengan pemberian cendera mata sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap para tokoh iman dan sejarah gereja. Kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Lonceng Gereja dan ditutup dengan ibadah syukur bersama seluruh jemaat.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain:Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sorong Selatan,Wakil Bupati Kabupaten Maybrat,Kapolres Sorong Selatan,Dandim 1807/Sorong Selatan,Ketua BP AM VII Sinode GKI di Tanah Papua wilayah Sorong Raya,Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya,Ketua Klasis Sawiat,
Anggota DPRD Kabupaten Sorong Selatan,Anak cucu pembawa Injil,Para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Sorong Selatan,Jemaat GKI Mubarak Sondrofoyo dan tamu undangan lainnya
Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu, yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya, Dr. Selviana Sangkek, SE, M.Si, menyampaikan sambutan yang menggugah semangat umat.
“Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena kasih dan anugerah-Nya, kita dapat berkumpul untuk merayakan momen bersejarah dan penuh makna — yaitu HUT ke-77 Pekabaran Injil di Tanah Papua, khususnya di Jemaat GKI Mubarak Sondrofoyo, Klasis GKI Sawiat,” ungkapnya.
Dalam arahannya, Selviana Sangkek menyampaikan apresiasi atas semangat pelayanan yang tak pernah padam dari para hamba Tuhan dan seluruh warga gereja.
“Hari ini bukan hanya sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi momentum reflektif yang mengingatkan kita akan kasih Allah yang telah mengubah wajah negeri ini melalui terang Injil. Selama 77 tahun, Injil telah membawa perubahan — bukan hanya dalam aspek rohani, tetapi juga sosial, pendidikan, dan budaya masyarakat Papua,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan gereja dalam pembangunan.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyadari bahwa pembangunan rohani adalah fondasi utama dari pembangunan yang berkelanjutan. Karena itu, kami terus berkomitmen untuk bersinergi dengan gereja dan seluruh elemen masyarakat guna membangun Papua Barat Daya yang aman, damai, sejahtera, dan bermartabat.”
Menutup arahannya, Dr. Selviana Sangkek mengajak seluruh jemaat untuk tetap menjaga persatuan dan kasih, menjauhi perpecahan, serta menjadi garam dan terang di tengah masyarakat.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai panggilan untuk memperbarui iman, memperkuat pelayanan, dan mengabdi kepada Tuhan serta masyarakat dengan sepenuh hati,” pungkasnya.
Pekabaran Injil yang telah berakar selama 77 tahun di Tanah Saden menjadi bukti nyata bahwa kabar keselamatan telah diterima dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Iman yang kokoh dan pelayanan yang tekun telah menjadi warisan tak ternilai yang membentuk karakter dan budaya masyarakat di wilayah ini.
Melalui perayaan ini, pemerintah dan gereja bersama-sama memperkuat komitmen dalam membangun kehidupan yang lebih baik, berlandaskan kasih, damai, dan keadilan;(Roy Iek).




komentar terbaru