Sorong, wabumpapua.com – Dalam terang panggilan ilahi dan penggenapan nubuat Alkitabiah, Gereja Tuhan di Tanah Papua kembali diteguhkan perannya dalam rencana besar Elohim Israel bagi bangsa-bangsa. Salah satu fokus utama dari panggilan ini adalah doa bagi pertobatan dan keselamatan bangsa Israel, sebuah mandat rohani yang diyakini akan membawa berkat besar bagi keluarga, suku, dan bangsa Indonesia.
Penegasan ini disampaikan oleh Nebrianus Kambuaya, Penanggung Jawab Visiun Athena di Tanah Papua, yang mengajak umat Tuhan di seluruh Papua dan Indonesia untuk bersatu dalam doa global bagi Elohim Israel. Ia merujuk pada janji Tuhan dalam Kejadian 12:3, “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau…” Ujar Nebrianus Kambuaya, sabtu(4/10/2025).
Visiun Athena merupakan panggilan profetik dari Sidang Musyawarah Elohim Israel Tritunggal di Sorga, yang menjadi kelanjutan pelayanan Rasul Paulus di Athena (1 Tesalonika 3:10). Pada 31 Januari 1985, panggilan itu diterima oleh Bapak Fred Athabu di Athena, Yunani—suatu peristiwa yang disejajarkan dengan panggilan Tuhan kepada Abraham di Ur-Kasdim.
Pengutusan resmi kemudian dilaksanakan pada 18 Maret 1994 di Gereja Kristus, Jemaat Anak Domba, Gunung Sion, Yerusalem. Sejak saat itu, Visiun Athena dijalankan sebagai proyek ilahi yang menjangkau Papua, dari suku ke suku, kaum ke kaum, hingga ke level gereja dan pemerintahan.
Visiun Athena berakar kuat dalam nubuatan dan Firman Tuhan, di antaranya: Mikha 4:1-2,Yesaya 2:2-3, Yesaya 60, Yesaya 61, Yesaya 62:1-2,Roma 11:25-27 tentang pemulihan Israel setelah kepenuhan bangsa-bangsa, Roma 15:25-27 tentang berkat bangsa-bangsa yang mengalir ke Yerusalem.
Selama 40 tahun perjalanan, visi ini telah diterima secara luas oleh berbagai denominasi gereja di Sorong, dan secara resmi diakui oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, melalui Gubernur dan Ketua DPR PBD pada 8 September 2025.
Nebrianus menyebut pengakuan ini sebagai “tanda zaman” bahwa Papua memiliki peran penting dalam rencana global Tuhan atas bangsa-bangsa dan keselamatan umat-Nya.
Dalam peristiwa kriminalisasi dan konflik sosial yang melanda Kota Sorong baru-baru ini, doa dari pemimpin Mesianik di Yerusalem, serta surat berkat yang tiba antara 24–27 Agustus 2025, membawa perubahan besar. Kota Sorong dipulihkan secara ajaib, sesuai Firman dalam Mazmur 19:14-15, yang berbunyi:
“Biarlah engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.”
Sejak Injil pertama kali tiba di Papua melalui Mansinam, 5 Februari 1855, hingga kini menjelang 100 Tahun Kepemimpinan Rohani di Aitumeri, Wasior, Teluk Wondama, seluruh suku dan kaum di Papua telah terjangkau oleh kabar baik.
Papua sebagai ujung bumi (Kisah Para Rasul 1:8) dipandang sebagai wilayah yang secara profetik dirancang Tuhan untuk menjadi bagian dalam misi akhir zaman, menjangkau bangsa-bangsa hingga kembali ke Yerusalem.
Melalui satu iman, satu baptisan, satu Tuhan (Efesus 2 & 4), gereja di Papua memiliki hubungan rohani yang murni dengan Israel. Perbedaan denominasi dan suku bukan penghalang, tetapi justru memperkaya Tubuh Kristus yang satu.
Nebrianus menekankan bahwa berkat bagi Papua dan Indonesia akan mengalir melalui doa dan dukungan rohani kepada Israel, sebagaimana janji dalam Kejadian 12:3.
“Israel akan tegar sampai jumlah yang besar dari bangsa-bangsa lain masuk, lalu Israel akan dipulihkan dan diselamatkan.”( Roma 11:25-27).
Visiun Athena adalah bagian dari visi besar Elohim Israel kepada Abraham, dan kini menjadi berkat khusus bagi Papua dan bangsa Indonesia. Nebrianus Kambuaya mengajak seluruh umat Tuhan di Papua dan Indonesia untuk terus berdoa dan mendukung keselamatan Israel sebagai bagian dari penggenapan rencana ilahi yang agung.
“Terang dari Timur akan bersinar sampai ke Yerusalem. Mari kita terus setia dalam doa dan panggilan ilahi ini.”




komentar terbaru