Sorong Selatan,wabumpapua.com— Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maybrat, Urbanus Duwit, SE, mendampingi Bupati Sorong Selatan petronela krenak dalam sebuah pertemuan empat mata bersama perwakilan masyarakat Kampung Klamit dan Kampung Klawak (Batu Payung), terkait permasalahan blokade jalan Sorong–Maybrat/Teminabuan yang sebelumnya sempat ditutup dan kini telah dibuka kembali.

Pertemuan ini berlangsung dalam suasana tertutup namun penuh semangat kebersamaan dan tanggung jawab, sebagai bagian dari upaya merespons aspirasi masyarakat dan menciptakan solusi bersama demi stabilitas dan kelancaran akses transportasi antar wilayah.

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan konstruktif, Bupati Sorong Selatan dan Urbanus Duwit mendengarkan langsung keluhan serta penjelasan masyarakat setempat mengenai latar belakang pemalangan jalan tersebut. Masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur, kesejahteraan, dan kejelasan batas wilayah administratif.

Urbanus Duwit, yang selama ini dikenal aktif menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, menekankan pentingnya penyelesaian masalah melalui dialog damai dan musyawarah mufakat.

“Kami hadir di sini bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk mendengar dan mencari solusi bersama. Jalan ini adalah urat nadi masyarakat dan harus tetap terbuka demi kepentingan bersama,” ujar Urbanus Duwit dalam keterangannya, Rabu (8/10/2025).

Sementara itu, Bupati Sorong Selatan petronela Krenak menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti keluhan warga, serta membuka ruang dialog lanjutan agar hubungan antar masyarakat dan antar wilayah tetap harmonis.

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan awal bahwa jalan Sorong–Maybrat yang sempat diblokade kini resmi dibuka kembali, sebagai bentuk itikad baik dari masyarakat sambil menunggu langkah nyata dari pemerintah terkait tuntutan yang telah disampaikan.

Pemerintah daerah mengapresiasi kebesaran hati masyarakat dalam menyudahi aksi pemalangan, serta berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.