Manokwari, Wabumpapua.com — Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Cristian Warinussy, mendesak Gereja Katolik, Gereja-gereja di Tanah Papua, serta Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni untuk segera mengambil langkah nyata menyelamatkan warga sipil yang mengungsi dari Kampung Mosum, Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, pasca peristiwa penembakan terhadap anggota TNI di Moyeba pada 11 Oktober 2025 lalu.

Direktur Eksekutif LP3BH menjelaskan, sejumlah warga Kampung Mosum kini memilih berlindung di hutan-hutan sekitar distrik karena khawatir terhadap situasi keamanan di kampung mereka. Para pengungsi tersebut terdiri dari anak-anak balita, orang dewasa, dan keluarga yang membawa serta hewan peliharaan mereka.

“Mereka mengungsi karena kuatir akan keselamatan dan keamanan di kampung halaman. Sudah dua minggu mereka berada di hutan tanpa bantuan medis dan logistik yang memadai,” ungkap Warinussy, Kamis(23/10/2025).

Ia menambahkan, LP3BH telah mengirim seorang relawan LP3BH Manokwari atas nama Korneles Aisnak bersama beberapa warga masyarakat untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi. Namun, relawan tersebut mengalami penganiayaan oleh anggota Brimob Polda Papua Barat dan personel TNI yang bertugas di lapangan, meskipun telah menunjukkan identitas dan menjelaskan tujuan kemanusiaan mereka.

“Relawan kami datang membawa misi kemanusiaan, bukan politik. Tapi mereka justru mendapat perlakuan kasar dari aparat, padahal sudah menunjukkan tugas resmi dan memohon izin bertemu para pengungsi,” jelasnya.

Situasi yang sudah berlangsung selama dua minggu ini, menurut LP3BH, memerlukan tindakan cepat dari pemerintah daerah dan lembaga-lembaga keagamaan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan serta memastikan keselamatan warga sipil.

“Kami mendesak agar aparat keamanan TNI dan Polri memberi akses kepada lembaga sosial dan kemanusiaan seperti Komnas HAM RI, Gereja Katolik, LSM, dan Pemerintah Daerah Teluk Bintuni untuk memberikan pertolongan medis dan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi,” tegas Warinussy.

LP3BH Manokwari memastikan akan terus mengawal upaya penyelamatan dan perlindungan hukum bagi para pengungsi dari Distrik Moskona Utara tersebut.

“Kami berkomitmen memastikan setiap warga sipil mendapat perlindungan hukum dan kemanusiaan sesuai prinsip hak asasi manusia,” tutupnya.