ATHENA, YUNANI ,WABUMPAPUA.COM-Sebuah pengalaman rohani luar biasa dialami oleh Fred Athaboe, S.H., seorang hamba Tuhan asal Indonesia, ketika sedang berdoa di kamar Hotel New Cairo City, Athena, pada Kamis, 31 Januari 1985. Dalam visiun tersebut, Tuhan Yesus berbicara langsung kepadanya dan menegur agar tidak hanya berdoa untuk diri sendiri, keluarga, dan bangsa, tetapi juga untuk umat Tuhan Israel.

Menurut kesaksian yang ditulis oleh Fred Athaboe, pengalaman itu terjadi sekitar pukul 06.30 pagi waktu setempat. Saat ia hendak memulai doa, tiba-tiba lidahnya melekat pada langit-langit mulut, membuatnya tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun. Dalam keadaan itu, ia mendengar suara yang sangat kuat memenuhi ruangan.

“Fred, mengapa engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri? Mengapa engkau berdoa tiap-tiap hari hanya untuk dirimu sendiri, keluargamu, dan bangsamu? Mengapa engkau tidak pernah berdoa untuk umat-Ku Israel?” demikian suara Tuhan Yesus menegurnya.

Suara tersebut mengguncang batinnya hingga ia gemetar dan menangis. Setelah itu, Fred menyadari bahwa selama ini kehidupannya sebagai orang Kristen lebih berfokus pada kepentingan pribadi, tanpa mendoakan keselamatan bangsa Israel. Dalam ketakutan dan penyesalan, ia pun mengakui dosanya dan berjanji kepada Tuhan untuk berdoa setiap hari sepanjang hidupnya bagi umat Israel.

“Tuhan, saya mengakui dosa saya karena tidak pernah berdoa bagi umat-Mu Israel! Tetapi saya berjanji kepada-Mu, mulai hari ini saya akan berdoa tiap-tiap hari sepanjang umur hidupku bagi umat-Mu Israel,” ungkapnya dalam doa pertobatan itu.

Setelah ia menyampaikan janji tersebut, suasana kamar hotel berubah menjadi penuh damai sejahtera dan sukacita. Sejak saat itu, Fred Athaboe berkomitmen memberitakan pesan tersebut ke seluruh dunia Kristen: bahwa umat percaya dipanggil untuk mendoakan pertobatan dan keselamatan bangsa Israel, sesuai firman Tuhan dalam Roma 11:30–31 dan Mazmur 122:6.

Pesan Ilahi: Doa bagi Israel Membawa Berkat bagi Bangsa-Bangsa

Dalam refleksinya, Fred menjelaskan bahwa pesan Tuhan Yesus yang ia terima di Athena sejalan dengan janji Allah kepada Abraham dalam Kejadian 12:3:

“Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Menurut Fred, Tuhan mengingatkan kembali janji tersebut karena banyak orang Kristen telah melupakan tanggung jawab imamatnya untuk berdoa bagi Israel. Ia menegaskan bahwa kasih kepada Tuhan Yesus tidak dapat dipisahkan dari kasih terhadap bangsa Israel, sebab Yesus sendiri lahir dari keturunan Yahudi dan merupakan penggenapan janji Allah kepada Abraham.

“Tidak mungkin seorang Kristen mengasihi Yesus, tetapi membenci Israel. Karena keselamatan datang dari bangsa Yahudi,” tulisnya mengutip Yohanes 4:22.

Fred menegaskan, ketika orang percaya berdoa dan memberkati Israel, maka tangan Tuhan di surga akan terangkat untuk memberkati mereka. Ia mengutip pesan yang pernah disampaikan dua hamba Tuhan Yahudi Mesianik di Yerusalem, Reuven dan Benjamin Berger:

“Setiap kali seorang berdoa dan memberkati Israel, tangan Tuhan Elohim terangkat dan memberkati dia.

Dalam kesaksiannya, Fred juga menyoroti kesalahan teologis yang pernah berkembang dalam gereja, yaitu anggapan bahwa gereja menggantikan Israel. Pandangan itu, katanya, tidak sesuai dengan Alkitab karena Rasul Paulus sendiri menegaskan bahwa Tuhan tidak pernah menolak umat-Nya Israel (Roma 11:1–2).

“Israel adalah anak sulung Elohim, biji mata-Nya, dan isteri-Nya yang kekasih. Sekarang Israel sedang dipulihkan secara alamiah, dan kelak seluruh Israel akan diselamatkan,” tulisnya mengutip nubuat Rasul Paulus dalam Roma 11:25–26.

Fred Athaboe menutup kesaksiannya dengan seruan bagi seluruh umat Kristen di dunia, agar menjadikan doa bagi Israel sebagai bagian dari doa harian sepanjang hidup. Ia percaya, berkat Tuhan akan turun atas keluarga dan bangsa-bangsa yang memberkati Israel.

“Berdoalah bagi umat-Ku Israel,” pesan Tuhan Yesus kepadanya dalam visiun itu, “maka engkau dan keluargamu serta bangsamu akan Aku berkati bersama-sama dengan umat-Ku Israel.”

Penulis: Fred Athaboe, S.H.
Editor :Ones semunya
Lokasi Visiun: Athena, Yunani
Tanggal: 31 Januari 1985
Sumber: Naskah kesaksian pribadi “Berdoalah untuk Umat-Ku Israel”