Teminabuan, wabumpapua. Com— Dalam suasana penuh semangat dan sukacita, Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, S.Sos., M.Tr.Ap, secara resmi melepas lomba dayung perahu tradisional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Kristen Injili (GKI) ke-26, yang berlangsung di perairan Malinau, Distrik Teminabuan, Jumat (17/10/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Sorong Selatan, Ketua Klasis GKI Teminabuan, Wakil Ketua II DPRD, Kepala Badan Kesbangpol Sorong Selatan, serta Sekretaris Klasis GKI Teminabuan. Suasana acara berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari masyarakat yang hadir untuk menyaksikan perlombaan.
Dalam sambutannya, Bupati Petronela Krenak menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta lomba. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya ajang hiburan dan olahraga, tetapi juga upaya nyata dalam melestarikan budaya dan olahraga tradisional masyarakat Sorong Selatan, khususnya olahraga dayung yang telah menjadi bagian dari identitas lokal.
“Saya berharap lomba ini dapat berjalan dengan sukses, aman, dan lancar. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan atlet lokal dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Bupati Petronela.
Lomba dayung tradisional ini diikuti oleh enam tim peserta dari lingkungan Yarden Klasis GKI Teminabuan, yang terdiri dari berbagai kategori, termasuk Pemuda (PAM) dan Persekutuan Kaum Bapak (PKB). Setiap tim menampilkan semangat juang dan sportivitas tinggi, disambut sorak-sorai penonton yang memadati tepi sungai.
Pelepasan lomba oleh Bupati menjadi tanda resmi dimulainya seluruh rangkaian kegiatan olahraga dan seni dalam perayaan HUT GKI tahun 2025. Selain lomba dayung, sejumlah kegiatan lain juga akan digelar untuk mempererat tali persaudaraan antarjemaat serta menumbuhkan semangat pelayanan di tengah masyarakat.
Perayaan HUT GKI ke-26 tahun ini mengusung semangat kebersamaan dan pelayanan kasih, sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan untuk terus mendukung kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang memperkuat nilai-nilai sosial serta persatuan masyarakat.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai wadah mempererat hubungan antarwarga, menumbuhkan semangat kerja sama, dan menjaga warisan budaya daerah kita,” tutup Bupati Petronela dengan penuh optimisme;(Roy Iek).




komentar terbaru