Sorong, wabumpapua.com — Tokoh Kristen asal Papua yang kini menetap di Belanda, Bapak Fred Athaboe, SH, memberikan klarifikasi resmi terkait penunjukan Nebrianus Kambuaya sebagai Penanggung Jawab Pelayanan Visiun Athena di Provinsi Papua Barat Daya dan Tanah Papua. Penjelasan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang diterima redaksi pada Selasa (4/11/2025).
Dalam suratnya, Fred Athaboe menjelaskan secara kronologis perjalanan panjang pelayanan Visiun Athena, yang berawal dari penglihatan rohani yang ia terima dari Tuhan Yesus di Athena pada tahun 1985. Sejak saat itu, ia aktif membangun hubungan kemitraan antara gereja-gereja di Papua dan gereja di Israel.
Pada tahun 1994, ia membuka komunikasi dengan Pastor Benjamin Berger dan Pastor Reuven Berger dari Gereja Anak Domba di Yerusalem. Hubungan tersebut kemudian berkembang menjadi Perjanjian Kemitraan antara Gereja Injili di Indonesia (GIDI) dan Gereja Anak Domba Yerusalem yang ditandatangani pada tahun 2006 di Yerusalem, disahkan melalui Perjamuan Kudus.
“Perjanjian Kemitraan ini memiliki kekuatan rohani di bumi dan di surga, sebagaimana tertulis dalam Matius 16:19 dan 18:18,” jelas Fred Athaboe.
Ia menegaskan bahwa Abner Jitmau, yang sebelumnya ditunjuk oleh Synode GIDI, hanya bertanggung jawab atas urusan logistik dan perjalanan pelayanan dari Pastor Benjamin Berger selama kunjungan ke Papua pada tahun 2012, 2013, 2015, dan di Manokwari pada tahun 2015. Menurutnya, surat penugasan tersebut kini sudah tidak berlaku, dan GIDI tidak pernah menunjuk Abner Jitmau untuk mengurus Visiun Athena.
Lebih lanjut, Fred Athaboe menyatakan bahwa penunjukan Nebrianus Kambuaya sebagai Penanggung Jawab Pelayanan Visiun Athena di Tanah Papua merupakan keputusan rohani yang lahir dari doa dan pertimbangan panjang.
“Setelah saya memperhatikan karakter Saudara Nebrianus yang rendah hati, mengasihi orang lain, mudah berkomunikasi, dan rajin bekerja, saya mengusulkan kepada Pastor Benjamin dan Pastor Reuven di Yerusalem agar beliau ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Visiun Athena di Papua Barat Daya dan Tanah Papua,” ujar Fred Athaboe.
Ia menambahkan, penunjukan ini bukan bersifat permanen, melainkan bersifat pelayanan rohani yang akan terus dipimpin oleh kehendak Tuhan Yesus di masa mendatang.
Fred Athaboe juga menegur lembaga gereja yang bersikap acuh terhadap Visiun Athena, mengingat bahwa isi visi tersebut adalah firman Tuhan Yesus sendiri yang menyerukan doa dan dukungan bagi pertobatan dan keselamatan bangsa Israel dan Yahudi.
Dalam bagian akhir suratnya, Fred Athaboe mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah mendukung pelayanan Visiun Athena di Papua dengan doa, tenaga, dan dana.
“Seluruh pengorbananmu telah tercatat di surga. Tuhan akan memberkati setiap orang yang berjerih lelah melayani-Nya,” tulisnya.
Ia pun menyerukan agar seluruh umat Tuhan di Tanah Papua bersatu dalam semangat Visiun Athena untuk melaksanakan firman Tuhan dengan kesetiaan dan kasih.
“Mari kita bersatu dalam Roh Kudus untuk melaksanakan firman Tuhan Yesus dalam Visiun Athena Tahun 1985 di seluruh Tanah Papua. Semoga Tuhan memberkati setiap langkah kita,” tutupnya.




komentar terbaru