Maybrat, wabumpapua.com — Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (LHKP) Provinsi Papua Barat Daya melaksanakan kegiatan Sosialisasi Upaya Adaptasi Perubahan Iklim di Kabupaten Maybrat, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Kita Wujudkan Lingkungan yang Lebih Baik” ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan pemerintah daerah terhadap langkah-langkah adaptasi dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Sosialisasi yang berlangsung di SMK Negeri Ayamaru Utara tersebut dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pemuda, serta aparat kampung dari berbagai distrik di Kabupaten Maybrat. Peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup serta strategi menghadapi perubahan iklim yang berdampak pada sektor pertanian, kehutanan, dan sosial ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Martafina Isir, ST, Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan serta Perubahan Iklim Dinas LHKP Provinsi Papua Barat Daya, menjelaskan bahwa adaptasi perubahan iklim merupakan langkah penting untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi iklim yang berubah serta dampak yang mungkin terjadi di masa depan.

“Perubahan iklim sudah kita rasakan bersama, seperti cuaca ekstrem, kekeringan, banjir, longsor, hingga kenaikan permukaan air laut. Karena itu, penting bagi kita memahami cara beradaptasi dan mengurangi penyebabnya,” ujar Martafina.

“Dasar hukum pelaksanaan adaptasi ini diatur melalui beberapa regulasi nasional, antara lain Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca, serta Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon,” tambahnya.

Martafina juga menyampaikan apresiasi kepada pihak SMK Negeri Ayamaru Utara yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap, setelah kegiatan ini, peserta dapat memahami dan menerapkan langkah-langkah adaptasi perubahan Iklim dalam kehidupan sehari-hari demi keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang.

Sementara itu, Kepala Distrik Ayamaru Utara, Albert Naa, S.Sos, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Dalam arahannya, ia memberikan contoh sederhana tentang pentingnya menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal.

“Kalau kita tidak menjaga lingkungan, maka udara dan iklim di sekitar kita juga akan berubah. Seperti kamar yang tidak dibersihkan selama dua hari—udara di dalamnya pasti tidak sehat. Begitu juga dengan bumi ini, kalau kita tidak jaga, dampaknya akan kembali ke kita,” jelasnya.

“Saya mengajak semua masyarakat agar mulai dari diri sendiri. Jangan buang sampah sembarangan, bersihkan pekarangan rumah, dan jaga sumber air kita seperti Danau Ayamaru. Kalau kita buang sampah ke danau, ikan yang kita makan nanti juga akan tercemar,” tambahnya.

Albert Naa juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas LHKP Papua Barat DayPa yang telah memilih Kabupaten Maybrat sebagai lokasi kegiatan, dan berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan penyampaian materi dari narasumber tentang konsep adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta strategi penerapannya di tingkat kampung dan keluarga.