Papua,wabumpapua.com— Peristiwa Visiun Athena yang terjadi pada 31 Januari 1985 menjadi salah satu momen rohani penting dalam perjalanan Gereja-gereja di tanah Papua–Indonesia. Peristiwa ini dipandang sebagai teguran keras dari Tuhan kepada Gereja, sekaligus panggilan untuk kembali pada dasar iman yang sejati — yaitu kasih, pertobatan, dan doa bagi keselamatan bangsa-bangsa.

Penanggung jawab Visiun Athena di Papua–Indonesia, Nebrianus Kambuaya, menjelaskan bahwa pesan utama visi ini adalah panggilan agar Gereja-gereja di Papua bangkit dalam doa dan pertobatan, serta mengambil bagian dalam rencana keselamatan Allah bagi umat-Nya.

“Visiun Athena bukan sekadar pengalaman rohani, tetapi sebuah panggilan mendesak agar Gereja di Papua menjadi terang bagi bangsa-bangsa, terutama dalam mendoakan keselamatan Israel sebagai umat pilihan Allah,” ujar Nebrianus Kambuaya.

Dalam Visiun Athena, terdapat tiga pesan utama yang menjadi dasar refleksi rohani bagi Gereja-gereja di Papua:

  1. Panggilan untuk memberkati Israel — sebagaimana tertulis dalam Kejadian 12:3a:

“Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua bangsa di bumi akan diberkati.”

  1. Doa bagi keselamatan Israel dan bangsa-bangsa, seperti ditegaskan dalam Roma 11:25–27:

“Bahwa kebodohan telah menimpa sebagian dari Israel, sampai jumlah bangsa-bangsa yang telah ditentukan masuk; dengan demikian seluruh Israel akan diselamatkan.”

  1. Panggilan bagi Gereja untuk menjadi terang dan garam dunia, seperti yang diungkapkan dalam Matius 5:13–16:

“Kamu adalah garam dunia… Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak dapat disembunyikan.”

Selain itu, Visiun Athena juga menekankan pentingnya Gereja menjaga kesetiaan dan hidup dalam kasih yang memancarkan kemuliaan Tuhan. Ayat-ayat seperti Yesaya 60:1–3 dan Mazmur 122:6 mengingatkan umat agar bersinar dalam terang Tuhan dan terus berdoa untuk damai Yerusalem.

“Bangunlah, bersinarlah, hai Yerusalem, sebab terangmu telah datang, dan kemuliaan Tuhan telah terbit atasmu… Bangsa-bangsa akan berjalan di dalam terangmu.” (Yesaya 60:1–3)

“Berdoalah untuk damai Yerusalem: ‘Semoga mereka yang mengasihi engkau mendapat damai sejahtera.’” (Mazmur 122:6)

Nebrianus juga menegaskan bahwa Visiun Athena mengandung pesan universal: agar Gereja di Papua menjadi bagian dari karya besar Allah dalam menghadirkan damai sejahtera dan keselamatan bagi dunia. Sebagaimana tertulis dalam 1 Timotius 2:1–4, umat Allah dipanggil untuk berdoa bagi semua orang dan para pemimpin bangsa, agar hidup damai dan berkenan kepada Allah.

Ia menutup dengan pesan:

“Tuhan sedang berbicara kepada Gereja di tanah Papua — untuk kembali pada doa, kasih, dan kesetiaan kepada firman-Nya. Inilah waktunya kita menjadi terang bagi bangsa-bangsa, seperti yang Tuhan kehendaki melalui Visiun Athena 1985.”