Manokwari, wabumpapua.com —
Kegiatan pembinaan mahasiswa Sorong Selatan di Manokwari resmi memasuki puncaknya pada Sabtu dini hari, 6 Desember 2025, yang ditandai dengan prosesi api unggun bersama di halaman Asrama Mahasiswa Sorong Selatan, Manokwari. Api unggun tersebut menjadi simbol kebersamaan, kekeluargaan, dan solidaritas antara panitia, peserta, senior, dan alumni.

Acara yang berlangsung sejak pukul 04.00—06.00 WIT ini merupakan bagian akhir dari rangkaian kegiatan pembinaan mahasiswa baru yang telah berjalan sejak akhir Oktober hingga awal Desember 2025.

Ketua Panitia Pelaksana, Orgenes Wagarefe, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan ini diikuti oleh 21 peserta yang menunjukkan komitmen penuh selama proses berlangsung.

“Perjalanan panjang dari pra hingga puncak ini luar biasa. Peserta sangat antusias, dan di sinilah karakter mereka dibentuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab—baik untuk asrama, organisasi kedaerahan, maupun organisasi intra dan ekstra kampus,” jelas Orgenes.

Ia menambahkan bahwa penutupan resmi kegiatan akan berlangsung pada Minggu, 7 Desember, disertai penyerahan sertifikat sebagai bentuk penghargaan kepada peserta yang telah mengikuti pembinaan hingga selesai.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga mengumumkan dua peserta terbaik yakni Septinus Sawen dan Klarida Mambruaru.

Ketua Umum Asrama Mahasiswa Sorong Selatan Manokwari, Sem Mnsen, menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama kegiatan berlangsung.

“Mari kita jaga bersama asrama ini dan sukseskan program-program pengurus asrama serta Ikatan Mahasiswa Sorong Selatan di Manokwari,” tegasnya.

Sem juga memberikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras sejak persiapan hingga puncak kegiatan, termasuk penyelenggaraan Natal Ikatan dan Asrama Mahasiswa Sorong Selatan yang turut dirangkaikan dalam momen ini.

Ketua Ikatan Mahasiswa Sorong Selatan di Manokwari, Hendrik Wagarefe, menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan agar memberikan perhatian lebih kepada mahasiswa di Manokwari yang menurutnya masih menghadapi berbagai kendala, terutama dari sisi fasilitas dan dukungan pembinaan.

“Mahasiswa Sorong Selatan di Manokwari punya semangat besar untuk belajar, tetapi menghadapi banyak hambatan. Kami berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius, karena mahasiswa hari ini adalah aset dan pemimpin masa depan Sorong Selatan,” ujarnya.

Api unggun yang dinyalakan bersama panitia, peserta, pengurus asrama, ikatan mahasiswa, senior, dan alumni menjadi simbol kuat bahwa nilai solidaritas, kemanusiaan, dan kearifan lokal masyarakat Sorong Selatan masih terjaga.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat karakter mahasiswa sebagai generasi penerus yang siap membangun Kabupaten Sorong Selatan dan Papua Barat Daya di masa depan;(Roy Iek).