Maybrat, wabumpapua.com— Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya, memaparkan pentingnya promosi cagar budaya tingkat lokal, nasional, hingga internasional dalam kegiatan Festival Danau Ayamaru. Paparan tersebut disampaikan dengan sorotan tema “Menjaga Pesona Ayamaru, Jendela Budaya untuk Masa Depan”.Ayamaru(18/12/2025).
Dalam pemaparannya, Agustinus menegaskan bahwa pengembangan kebudayaan memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan potensi ekonomi masyarakat. Danau Ayamaru, menurutnya, tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga memiliki nilai strategis sebagai objek kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa Danau Ayamaru telah menjadi perhatian pemerintah pusat sejak era presiden sebelumnya dan terus berlanjut hingga pemerintahan saat ini. Revitalisasi danau tersebut dikerjakan secara bertahap melalui kementerian terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Mineral, serta Balai Wilayah Sungai. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap lanjutan di beberapa telaga.
“Danau Ayamaru merupakan ikon identitas masyarakat Maybrat dan Papua Barat Daya. Oleh karena itu, pengelolaannya harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.
Agustinus juga mendorong kolaborasi lintas sektor antara bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan infrastruktur agar Festival Danau Ayamaru ke depan dapat digelar lebih besar dan mampu menarik perhatian nasional bahkan internasional.
Selain sebagai objek wisata dan kebudayaan, Danau Ayamaru juga dipandang memiliki potensi besar dalam pengembangan perikanan air tawar sebagai lumbung pangan masyarakat, serta peluang pembangkit listrik tenaga air untuk menjawab tantangan krisis energi di masa depan.
“Kebudayaan adalah potensi yang tidak pernah habis. Berbeda dengan sumber daya alam yang bisa habis, kebudayaan dan pariwisata akan terus hidup selama manusia masih ada,” tegasnya.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Agustinus menyebutkan bahwa jumlah wisatawan yang datang ke Papua Barat Daya mencapai sekitar 72.600 orang, namun sebagian besar masih terfokus pada wisata bahari Raja Ampat. Ia menilai perlu adanya integrasi destinasi wisata, termasuk wisata budaya dan wisata danau, agar kunjungan wisatawan semakin merata.
Ia juga menyinggung pengakuan dunia terhadap Noken Papua sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, yang membuktikan bahwa kebudayaan Papua memiliki nilai global dan harus terus dipromosikan.
Agustinus mencontohkan keberhasilan daerah lain, baik di dalam maupun luar negeri, yang mampu menghidupkan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan desa adat dan warisan budaya tanpa merusak alam.
“Papua Barat Daya memiliki keistimewaan melalui Undang-Undang Otonomi Khusus yang melindungi masyarakat hukum adat dan kebudayaannya. Tinggal bagaimana kita mengemasnya melalui festival, pameran, pentas budaya, dan kegiatan kreatif lainnya,” pungkasnya.
Festival Danau Ayamaru diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya, mendorong ekonomi masyarakat, serta menjaga kelestarian alam dan budaya Papua Barat Daya untuk generasi mendatang.




komentar terbaru