Maybrat, wabumpapua.com – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maybrat,Provinsi Papua Barat Daya, Yohanes Sentuf, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXIII Manokwari–Sorong telah menetapkan Festival Danau Ayamaru sebagai agenda budaya yang wajib dilaksanakan setiap tahun berjalan.

Penetapan tersebut berlaku untuk wilayah Provinsi Papua Barat Daya dan Papua Barat, dan menjadi bagian dari program awal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, sekaligus selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Maybrat tahun periode 2025-2030.

Yohanes Sentuf menjelaskan bahwa Danau Ayamaru merupakan satu-satunya danau besar yang dimiliki Provinsi Papua Barat Daya dan berada di Kabupaten Maybrat. Oleh karena itu, danau ini harus menjadi perhatian bersama seluruh masyarakat, tidak hanya warga di sekitar Ayamaru, tetapi juga masyarakat dari lima kabupaten dan satu kota di Papua Barat Daya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian Danau Ayamaru. Jangan membuang sampah sembarangan karena dapat mencemari danau yang saat ini sudah terlihat indah dan memberi banyak manfaat,” ujar Yohanes, selasa(16/12/2025).

Ia menegaskan bahwa Danau Ayamaru memiliki manfaat strategis bagi masyarakat, antara lain sebagai sumber perikanan, pariwisata, serta potensi pengembangan energi listrik, baik Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) maupun tenaga surya melalui bendungan danau Ayamaru, bertempat di telaga II.

Selain itu, Yohanes Sentuf juga mengungkapkan rencana besar pemerintah provinsi dalam pengembangan kebudayaan. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya telah menyiapkan lahan seluas 200 hektare di Kabupaten Sorong untuk dijadikan Pusat Kebudayaan Papua Barat Daya.

“Pusat kebudayaan ini nantinya akan didesain secara khusus. Setiap kabupaten akan memiliki ruang atau anjungan sendiri untuk menampilkan kebudayaan khasnya,” jelasnya.

Sebagai contoh, Kabupaten Sorong Selatan yang telah memiliki Lagu Jembo-Jembo sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) nasional, akan menampilkan kekhasan budayanya dalam kawasan pusat kebudayaan tersebut. Begitu pula dengan Kabupaten Maybrat, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Tambrauw, dan Raja Ampat, yang akan menampilkan seni, budaya, dan pertunjukan adat masing-masing.

Pusat kebudayaan ini nantinya juga terbuka bagi para sanggar seni dan pencinta budaya dari seluruh kabupaten/kota di Papua Barat Daya untuk ikut berpartisipasi dan berkreasi.

Dengan penetapan Festival Danau Ayamaru sebagai agenda tahunan dan rencana pembangunan pusat kebudayaan, Yohanes Sentuf berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan serta melestarikan kekayaan budaya Papua Barat Daya sebagai warisan bagi generasi mendatang.