Maybrat, Wabumpapua.com – Pelaksana Tugas (Plt ) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maybrat, Hendrik Frasawi, S.Sos., M.Si, menegaskan pentingnya pelaksanaan apel rutin sebagai bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat, selasa(3/3/2026).
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan kepada jajaran pegawai, menindaklanjuti instruksi Bupati Maybrat terkait pelaksanaan apel. Sesuai arahan tersebut, setiap hari Senin dan Jumat dilaksanakan apel gabungan di Kantor Bupati, sedangkan pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis apel dilaksanakan di masing-masing kantor perangkat daerah.
Menurut Hendrik, apel bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana penting untuk mengecek kehadiran pegawai sebelum memulai aktivitas kerja. Selain itu, apel menjadi wadah untuk membangun disiplin, baik secara perorangan maupun kelompok.
“Melalui apel, pegawai dilatih untuk membiasakan diri bangun pagi, menyiapkan diri dengan baik, serta hadir tepat waktu di kantor. Ini bagian dari proses pembentukan karakter dan tanggung jawab sebagai ASN,” ujarnya.
Ia menambahkan, disiplin yang dibangun melalui apel rutin akan berdampak pada keteraturan aktivitas, baik dalam kehidupan rumah tangga maupun dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Dengan demikian, setiap pegawai dapat mengagendakan aktivitasnya secara terencana dan bertanggung jawab.
Selain mengecek kehadiran, apel juga dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi, kebijakan terbaru, serta arahan terkait pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di masing-masing bidang. Informasi yang disampaikan pimpinan daerah wajib diteruskan kepada seluruh pegawai agar dapat dipahami dan dilaksanakan secara maksimal.
Hendrik menegaskan bahwa kepercayaan dan pendelegasian tugas diberikan kepada pegawai yang disiplin, rajin, memiliki kompetensi, serta mampu menjaga rahasia jabatan dan negara.
“Tidak semua orang langsung diberi kepercayaan. Kepercayaan diberikan kepada mereka yang disiplin, rajin, taat aturan, dan memiliki kemampuan. Itu bagian dari penghargaan atas pengabdian,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa melalui apel, pimpinan dapat menilai kesiapan pegawai untuk diberikan tanggung jawab yang lebih besar, seperti menjadi pemimpin upacara dalam berbagai kegiatan penting, termasuk HUT Korpri maupun HUT Kabupaten. Menurutnya, pembiasaan ini menjadi bagian dari proses pembinaan karier ASN agar siap ketika dipercaya menduduki jabatan yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, Hendrik mengingatkan bahwa disiplin bukan hanya soal kehadiran, tetapi juga menyangkut kerapian seragam, penampilan, etika, serta sikap sebagai seorang ASN. Tatap muka secara langsung dalam apel dinilai penting untuk melihat secara nyata kondisi dan perilaku pegawai.
Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab Dinas Pendidikan tidak hanya terbatas pada pegawai di kantor dinas, tetapi mencakup seluruh ASN di lingkungan satuan pendidikan, termasuk kepala sekolah dan guru.
“Saya sudah melakukan pengecekan langsung ke sekolah. Disiplin harus dimulai dari pimpinan di satuan pendidikan. Jika kepala sekolah dan guru disiplin, maka siswa juga akan mengikuti,” katanya.
Di akhir arahannya, Hendrik menegaskan komitmennya untuk memberikan kewenangan dan kesempatan mengikuti pelatihan kepada pegawai yang menunjukkan disiplin dan dedikasi tinggi dalam bekerja.
“Pemerintah sudah memberikan kepercayaan dan anggaran kepada kita. Maka kewajiban kita adalah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Semua proses akan berjalan baik jika dimulai dari disiplin,” pungkasnya(Ones).
Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan sangat bergantung pada kedisiplinan seluruh aparatur yang terlibat, mulai dari tingkat dinas hingga ke sekolah-sekolah di distrik.




komentar terbaru