Maybrat, Wabumpapua.com — Masyarakat di wilayah Sembaro Raya yang terdiri dari Kampung Sembaro, Seneh, dan Sefarare, Distrik Ayamaru Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, mengeluhkan terputusnya jaringan telekomunikasi melalui program BAKTI Aksi yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun.

Sejumlah warga setempat mengaku hingga kini mereka tidak dapat lagi melakukan komunikasi melalui jaringan telepon maupun internet karena sinyal yang sebelumnya tersedia kini tidak berfungsi sama sekali.

Menurut keterangan masyarakat, kondisi ini sangat menyulitkan aktivitas sehari-hari, terutama dalam berkomunikasi dengan keluarga maupun memperoleh informasi dari luar daerah.
“Sudah lebih dari satu tahun kami tidak bisa berkomunikasi karena jaringan tidak ada. Kami juga sudah menyampaikan keluhan ini kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Dinas Kominfo, tetapi sampai sekarang belum ada respon,” ungkap salah seorang warga Sembaro Raya kepada media ini.

Warga mengatakan bahwa hampir seluruh kampung di Kabupaten Maybrat masih dapat menggunakan jaringan telekomunikasi untuk berkomunikasi dengan keluarga, suami, istri maupun anak-anak mereka. Namun masyarakat di Sembaro Raya justru mengalami kondisi sebaliknya karena tidak memiliki akses jaringan sama sekali.

Akibatnya, masyarakat merasa seolah-olah terisolasi dan mengalami keterbatasan dalam mendapatkan informasi maupun menjalin komunikasi dengan pihak luar.
“Kampung-kampung lain masih bisa berkomunikasi dengan keluarga mereka, tetapi kami di sini seperti buta informasi. Kami juga ingin mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah,” lanjut warga.

Masyarakat Sembaro Raya berharap Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui instansi terkait, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika, dapat segera menindaklanjuti keluhan tersebut dengan memperbaiki jaringan BAKTI Aksi yang sudah lama tidak berfungsi.

Warga menegaskan bahwa mereka juga merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Maybrat yang berhak mendapatkan akses komunikasi dan informasi yang sama seperti daerah lainnya.
“Kami ini juga warga Kabupaten Maybrat. Kami berharap pemerintah bisa melihat kondisi ini dan segera mengambil langkah agar jaringan komunikasi di kampung kami dapat kembali normal,” harap masyarakat.

Dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun pihak terkait, masyarakat berharap akses telekomunikasi di wilayah Sembaro Raya dapat segera dipulihkan sehingga aktivitas komunikasi dan akses informasi masyarakat kembali berjalan normal(***).