I

Maybrat, Wabumpapua.com – Ibadah pelepasan dan pemakaman almarhumah Paulina Kocu-Murafer Ibunda Karel Murafer Bupati Maybrat berlangsung khidmat di Kampung yukase, Distrik Ayamaru Utara, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu (4/4/2026).

almarhumah Paulina Kocu-Murafer lahir di Dusun Kocu As, Distrik Aifat, pada tanggal 1 Juli 1917. Almarhumah meninggal dunia pada hari Jumat, tanggal 3 April 2026 pukul 10.00 WIT di Kota Sorong pada usia yang ke- 109 tahun.

Prosesi tersebut dihadiri pemerintah daerah, tokoh gereja, tokoh masyarakat, serta keluarga besar yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Bupati Maybrat Karel Murafer bersama keluarga, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya Yakob Kareth, Wakil Bupati Maybrat Ferdinando Salossa, Ketua MRP Papua Barat daya,dandim 1809/Maybrat,kapolres Maybrat, Bupati kabupaten Tolikara,sekda kabupaten Maybrat Ferdinandus Taa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRK Maybrat, pimpinan partai politik, pimpinan denominasi gereja se-Kabupaten Maybrat, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.

Ibadah pelepasan dipimpin oleh sekretaris Klasis GKI Ayamaru, Pdt. LisaTeteleta S.Th., yang menyampaikan penguatan iman kepada keluarga yang ditinggalkan.

Sambutan Gubernur papua Barat daya Elisa Kambu yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya, Drs. Yakob Kareth M.Si, dalam sambutan duka menyampaikan bahwa pemerintah provinsi turut merasakan kehilangan atas berpulangnya sosok orang tua yang telah menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Bapak Gubernur, kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Kehidupan mama Paulina menjadi teladan bagi generasi sekarang karena mampu menjalani kehidupan panjang dengan penuh iman dan pengabdian,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Maybrat Ferdinando Salossa SE mengatakan bahwa almarhumah telah melalui berbagai fase perjalanan sejarah bangsa, mulai dari masa Orde Lama, Orde Baru hingga Reformasi, serta memberikan kontribusi dalam kehidupan adat, gereja, dan masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai kehidupan yang diwariskan almarhumah patut dijadikan teladan bagi generasi muda di Kabupaten Maybrat.
“Beliau telah memberikan contoh kehidupan yang baik dalam keluarga, gereja dan masyarakat. Apa yang beliau tanamkan semasa hidupnya kini dinikmati oleh anak cucunya,” kata Salossa.

Ketua Klasis GKI Ayamaru Pdt. Abraham Semunya S. Si-Teol juga menyampaikan penghargaan atas pengabdian almarhumah dalam mendukung pelayanan gereja sejak masa awal misi di wilayah Ayamaru.
“Kami dari gereja menyampaikan penghormatan dan apresiasi atas pelayanan dan pengabdian mama Paulina. Beliau adalah sosok yang setia melayani dan mendukung para pelayan Tuhan di masa lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, mewakili keluarga besar Kocu dan Murafer, Adrianus Hara menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materil, sejak almarhumah meninggal dunia di Sorong hingga prosesi pemakaman di Maybrat.

Ia juga mengajak seluruh keluarga besar untuk terus menjaga hubungan kekeluargaan yang telah terjalin.
“Kami keluarga besar menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada keluarga sejak mama menghembuskan napas terakhir hingga proses pemakaman hari ini,” ujarnya.

Prosesi ibadah pelepasan kemudian dilanjutkan dengan penghantaran jenazah ke tempat peristirahatan terakhir untuk dimakamkan, disertai doa dan penghormatan terakhir dari keluarga, gereja, pemerintah serta masyarakat yang hadir;(Ones).