Maybrat,wabumpapua.com— Ketua Klasis GKI Ayamaru, Pdt. Abraham Semunya, menegaskan larangan keras terhadap konsumsi minuman keras (miras) serta praktik yang dikenal dengan “istilah pembayaran kos 9 bulan” selama perayaan Natal hingga Tahun Baru. Penegasan tersebut disampaikan untuk menjaga kekhusyukan, ketertiban, serta suasana damai dalam perayaan hari besar keagamaan umat Kristen.
Dalam arahannya, Pdt. Abraham semunya menekankan bahwa segala bentuk mabuk-mabukan dan aktivitas lain yang bertentangan dengan nilai-nilai kekristenan tidak diperbolehkan selama masa perayaan Natal hingga tutup tahun.
“Kita harus menjaga suasana Natal. Tidak boleh ada orang minum mabuk dan melakukan hal-hal yang tidak pantas. Gereja sudah melarang secara tegas,” ujar Pdt. Abraham, kamis (25/12/2025).
Ia juga secara khusus menyoroti praktik yang dikenal di tengah masyarakat sebagai “istilah 9 bulan”, yang menurutnya harus dihentikan sepenuhnya mulai hari ini hingga memasuki Tahun Baru dan Hari Sabat.
“Tidak ada lagi istilah 9 bulan itu. Gereja sudah melarang secara tegas. Mulai hari ini sampai Tahun Baru, tidak boleh ada yang melakukan hal tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pdt. Abraham Semunya menyampaikan bahwa gereja-gereja, termasuk jemaat GPI, telah menyatakan komitmen bersama untuk menjaga ketertiban dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak suasana perayaan Natal.
“Malam ini kita semua berkomitmen. Tidak ada lagi hal-hal seperti itu. Kita mau merayakan Natal dengan sukacita yang benar,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Abraham semunya juga menyampaikan terima kasih kepada majelis jemaat yang telah memberikan kesempatan kepada pihak gereja untuk menyampaikan penegasan ini, serta kepada seluruh jemaat dan masyarakat yang hadir dalam perayaan Natal.
Ia turut mengapresiasi kehadiran warga dari berbagai daerah, baik dari tingkat kota, kabupaten, hingga provinsi, termasuk anak-anak, pelajar, mahasiswa, dan para sarjana yang datang dari dalam maupun luar Papua untuk bersama-sama merayakan Natal.
“Kiranya Tuhan memberkati kita semua yang hadir dan merayakan Natal dalam suasana sukacita, damai, dan penuh kasih,” tutupnya.
Dengan adanya komitmen bersama ini, Gereja GKI Ayamaru berharap seluruh rangkaian perayaan Natal hingga Tahun Baru dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan mencerminkan nilai-nilai iman Kristen.




komentar terbaru