Maybrat, Wabupapua.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa tingkat SMP di wilayah tersebut berjalan lancar meski sempat dihadapkan pada sejumlah kendala administratif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat, Hendrikus Frasawi, S.Sos, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan jauh sebelum pelaksanaan TKA yang berlangsung secara nasional pada 6–7 April 2026.

Menurutnya, TKA bukan merupakan syarat kelulusan siswa, melainkan instrumen untuk mengukur capaian hasil belajar serta efektivitas penerapan kurikulum di sekolah.
“Kami di Kabupaten Maybrat tidak menunggu jadwal, tetapi sudah lebih dulu mempersiapkan seluruh komponen, baik dari sisi infrastruktur, kesiapan sekolah, hingga kesiapan peserta didik,” ujar Hendrikus.

Ia menjelaskan, salah satu kendala yang sempat muncul di lapangan adalah kurangnya pemahaman orang tua mengenai perbedaan antara TKA dan ujian akhir.
“Sebagian orang tua menganggap TKA sebagai syarat mutlak kelulusan. Padahal TKA hanya bertujuan mengukur kemampuan akademik siswa, terutama pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menemukan sejumlah persoalan administrasi, seperti ketidaksesuaian data identitas siswa dengan dokumen resmi, terutama akta kelahiran.
“Jika data tidak valid, itu bukan kesalahan sekolah atau pemerintah, melainkan karena dokumen yang dimiliki orang tua belum sesuai atau belum diperbarui,” tegas Hendrikus.

TKA Bukan Penentu Kelulusan
Hendrikus kembali menegaskan bahwa siswa yang tidak mengikuti TKA tetap dapat mengikuti ujian sekolah dan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“TKA hanya memberikan gambaran capaian belajar siswa. Hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lain, seperti mendaftar ke sekolah unggulan atau memperoleh program beasiswa,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem penilaian pendidikan saat ini bersifat akumulatif, yang mencakup berbagai bentuk asesmen sejak kelas awal hingga ujian akhir.
“Hasil belajar siswa tidak hanya ditentukan oleh TKA, tetapi juga dari asesmen nasional berbasis komputer yang dilakukan sejak kelas awal, kemudian ditambah dengan hasil ujian sekolah,” katanya.

Terkait kesiapan teknis, Dinas Pendidikan memastikan pelaksanaan TKA di seluruh wilayah Kabupaten Maybrat, termasuk daerah yang sempat terdampak konflik seperti Aifat Selatan Raya, Aifat Timur Raya, dan Aifat Utara, tetap berjalan dengan baik.
“Kami tidak memindahkan siswa keluar daerah. Semua peserta mengikuti TKA di wilayah masing-masing, kecuali satu siswa yang harus dipindahkan karena keterbatasan fasilitas,” ungkapnya.

Apresiasi untuk Guru dan Operator
Di akhir keterangannya, Hendrikus menyampaikan apresiasi kepada para guru serta operator sekolah yang telah bekerja keras memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru dan tenaga operator sekolah yang telah bekerja maksimal dalam mempersiapkan pelaksanaan TKA di Kabupaten Maybrat,” tutupnya(ones).