sorong selatan, wabumpapua.com – Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, menyerahkan bantuan hewan kurban bagi umat Muslim dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penyerahan hewan kurban tersebut dilaksanakan pada 23 Mei 2026 di sejumlah masjid yang tersebar di Kabupaten Sorong Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, Wakil Bupati Yohan Bodori, Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sorong Selatan, Ketua DPRD Kabupaten Sorong Selatan, Komandan Batalyon TP 1807 Sorong Selatan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sorong Selatan Ambrosius Onim, S.STP., M.Si., serta perwakilan organisasi dan tokoh masyarakat, di antaranya Ketua Sub Suku Ikasuara, IKKS, IKEMAL, KKST, AMKEI, dan para pengurus masjid di wilayah Sorong Selatan.

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sorong Selatan, Ambrosius Onim, S.STP., M.Si., saat dikonfirmasi media melalui sambungan telepon seluler menyampaikan bahwa bantuan hewan kurban tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada umat Muslim yang akan menjalankan ibadah Iduladha.
“Dalam rangka Hari Raya Iduladha, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, keluarga YP Kamat atau Ibu Bupati Petronela Krenak, serta anggota DPR RI asal Papua Barat Daya telah memberikan bantuan sebanyak 19 ekor sapi kurban,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan hewan kurban tersebut disalurkan ke sejumlah masjid di wilayah Teminabuan, Moswaren, serta wilayah Imeko seperti Kokoda dan Inawatan. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada sejumlah organisasi dan ikatan kesukuan umat Muslim di Sorong Selatan.

Menurut Ambrosius, beberapa masjid yang menerima bantuan hewan kurban di antaranya Masjid Darul Keyen, Masjid Kajase, Masjid Maklit, Masjid Ampera, Masjid Kampung Asik Jaya Moswaren, dan Masjid Kampung Bumi Ajo Moswaren. Sementara bantuan lainnya disalurkan ke wilayah pesisir seperti Kokoda dan Inawatan melalui jalur laut.

Ia menambahkan, dari total 19 ekor sapi kurban tersebut, empat ekor merupakan bantuan pribadi keluarga YP Kamat atau Bupati Petronela Krenak. Selain itu, satu ekor berasal dari Presiden Republik Indonesia, dua ekor dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, satu ekor dari anggota DPR RI asal Papua Barat Daya, satu ekor dari Ketua DPRD Kabupaten Sorong Selatan, satu ekor dari Kapolres Sorong Selatan, satu ekor dari Dharma Wanita Provinsi Papua Barat Daya, dan delapan ekor lainnya berasal dari Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan.

Ambrosius menegaskan bahwa bantuan hewan kurban tersebut hendaknya dimaknai sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap umat beragama, khususnya umat Muslim di Kabupaten Sorong Selatan.
“Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah Iduladha,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat Muslim untuk memaknai Iduladha sebagai momentum meningkatkan ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT, sekaligus meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS.

Menurutnya, penyerahan hewan kurban juga diharapkan menjadi simbol kepedulian sosial yang mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Sorong Selatan.

Ambrosius memastikan seluruh bantuan hewan kurban dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, Kapolres, Dharma Wanita, Ketua DPRD, keluarga YP Kamat, hingga anggota DPR RI asal Papua Barat Daya akan didistribusikan secara adil dan merata.

Ia menambahkan, prioritas penyaluran diberikan kepada wilayah yang menjadi pusat pelaksanaan Salat Iduladha di tingkat distrik, termasuk Distrik Kokoda dan wilayah sekitarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh pengurus masjid dan tokoh agama agar pendistribusian daging kurban dilakukan secara transparan kepada masyarakat yang berhak menerima, seperti fakir miskin, yatim piatu, dan warga kurang mampu.
“Panitia juga diingatkan agar proses penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai syariat Islam, yakni setelah pelaksanaan Salat Iduladha dan khutbah selesai hingga berakhirnya hari tasyrik pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah,” tutupnya(Roy Iek).