SORONG, WABUMPAPUA.COM – Sebuah refleksi rohani mengenai hubungan spiritual antara Israel dan Papua kembali disampaikan oleh Nebrianus Kambuaya, Penanggung Jawab Pelayanan Visiun Athena di Tanah Papua–Indonesia, melalui pesan iman yang mengangkat tema “Maklumat Athena” serta sejumlah ayat Alkitab tentang Israel dan bangsa-bangsa.

Dalam refleksi tersebut, Nebrianus menyampaikan pandangan teologis mengenai adanya kesamaan simbolik antara Israel dan Papua. Ia menyinggung keberadaan tujuh wilayah adat di Papua yang dikaitkan dengan tujuh jemaat dalam Alkitab, serta mengutip sejumlah ayat Kitab Suci seperti Ulangan 32:8, Yeremia 31:36-37, Mikha 4:1-2, Yesaya 2:2-3, hingga Matius 8:11 sebagai dasar perenungan iman.

Menurutnya, Papua memiliki makna tersendiri dalam perjalanan spiritual dan rencana Tuhan bagi bangsa-bangsa. Ia juga mengutip Roma 11 yang menjelaskan bahwa pelanggaran Israel menjadi jalan keselamatan bagi bangsa-bangsa lain.
“Papua adalah tanah yang diberkati Tuhan dan dihuni oleh banyak suku serta kaum. Kita dipanggil untuk hidup dalam damai, kasih, dan persatuan,” ujar Nebrianus dalam refleksinya.

Dalam pesannya, ia menilai bahwa stigma negatif terhadap masyarakat Papua selama ini tidak mencerminkan kenyataan yang sesungguhnya. Ia menegaskan bahwa orang asli Papua pada dasarnya menjunjung tinggi nilai persaudaraan, keterbukaan, dan hidup berdampingan dengan berbagai suku maupun bangsa yang datang ke Tanah Papua.

Selain itu, Nebrianus juga menyinggung tentang “Visiun Athena” tanggal 31 Januari 1985 yang dipercaya sebagian kalangan sebagai pesan rohani mengenai pentingnya mendoakan Israel. Kutipan dari Kejadian 12:3 tentang janji berkat bagi mereka yang memberkati Israel turut menjadi bagian dalam pernyataannya.
Ia juga mengutip Matius 21:43 sebagai bahan perenungan mengenai Kerajaan Allah yang diberikan kepada bangsa yang menghasilkan buah kerajaan.

Meski demikian, pandangan tersebut merupakan refleksi iman dan tafsiran teologis pribadi yang berkembang di kalangan rohani tertentu. Pemahaman tersebut dapat memiliki perbedaan penafsiran di setiap denominasi maupun di tengah umat Kristen secara umum.

Melalui pesan tersebut, Nebrianus Kambuaya mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus menjaga iman, persatuan, dan hidup dalam kasih Tuhan demi masa depan Papua yang damai, harmonis, dan diberkati.“Elohim memberkati kita semua,” tutupnya.(Ones)