Maybrat, WabupPapua.com – Pembangunan Tugu Pekabaran Injil di Kampung Itas dan Ikuf, Kabupaten Maybrat, kini telah mencapai progres 99 persen dan tinggal memasuki tahap finishing akhir sebelum diresmikan.
Ketua Panitia Pembangunan, Nehemia Isir, menjelaskan bahwa pembangunan tugu tersebut merupakan wujud nyata dari perjanjian iman masyarakat setempat terhadap Injil yang pertama kali diberitakan di wilayah Itas dan Ikuf pada 2 November 1948.
Menurutnya, Injil pertama kali masuk melalui dua hamba Tuhan asal Imeko, yakni Nabot Ginuni dan Titus Ergor.
Kehadiran Injil di wilayah tersebut menjadi tonggak sejarah penting bagi pertumbuhan iman dan perkembangan sumber daya manusia di daerah itu.
“Sebagai panitia pembangunan Tugu Pekabaran Injil di Itas dan Ikuf Kampung Jitmau, kami bersyukur karena pembangunan ini mendapat bantuan hibah dari Pemerintah Kabupaten Maybrat sebesar Rp400 juta. Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 99 persen, tinggal tahap finishing dan persiapan peresmian,” ujar Nehemia Isir, jumat (27/2/2026).
Ia menjelaskan, pekerjaan pembangunan dimulai pada pertengahan Desember setelah dana hibah dari pemerintah daerah cair pada tanggal 14 Desember. Panitia kemudian bergerak cepat agar anggaran negara dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tepat waktu.
“Kami mulai kerja dari bulan Desember hingga Januari, kurang lebih dua bulan pekerjaan sudah hampir rampung. Ini bentuk keseriusan panitia agar dana yang dipercayakan benar-benar digunakan untuk kepentingan pembangunan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nehemia menyampaikan bahwa rencana peresmian tugu ditargetkan berlangsung tahun ini.
Namun, panitia akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan para tokoh intelektual, tokoh masyarakat, serta anak-anak negeri asal Itas dan Ikuf untuk menentukan tanggal yang disepakati bersama.
“Momentum ini sangat penting karena Injil hadir untuk menerangi anak-anak negeri, membentuk karakter, dan melahirkan generasi yang kini telah menjadi pemimpin dan pejabat di berbagai tempat. Karena itu, seluruh anak negeri akan diundang untuk bersama-sama menetapkan tanggal peresmian,” tambahnya.
Ia mengakui, pembangunan tugu tersebut merupakan pergumulan panjang masyarakat yang selama bertahun-tahun mendambakan adanya penanda sejarah masuknya Injil di wilayah tersebut. Tahun ini, kerinduan itu akhirnya terwujud berkat dukungan pemerintah dan sumbangan kasih dari masyarakat.
“Tugu ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol iman dan sejarah. Realisasinya terjadi tahun ini setelah melalui pergumulan panjang. Selain hibah pemerintah, ada juga sumbangan kasih dari anak-anak negeri yang merasa diberkati dan turut ambil bagian dalam pembangunan,” tutupnya.
Dengan hampir rampungnya pembangunan Tugu Pekabaran Injil tersebut, masyarakat Jitmau dan Ikuf berharap kehadiran tugu ini menjadi pengingat sejarah sekaligus memperkuat persatuan dan iman generasi penerus di Kabupaten Maybrat(Ones).




komentar terbaru