Sorong, WabupPapua.com – Dalam upaya memperkuat sinergitas dan kolaborasi antara lembaga sosial dan pemerintah, Yayasan Mitra Sosial Peduli Kemanusiaan Papua menggelar audiensi perdana bersama Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Papua Barat Daya, Jumat (5/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Papua Barat Daya tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Anace Nauw, didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Resos), Kasubag SDM, serta jajaran pengurus inti Yayasan Mitra Sosial Peduli Kemanusiaan Papua yang dipimpin Ketua Yayasan dan Ketua Dewan Pembina.
Dalam suasana penuh keakraban, Dr. Anace Nauw bersama jajarannya menyambut hangat kunjungan perdana pengurus yayasan sebagai salah satu calon mitra strategis pemerintah dalam bidang kesejahteraan sosial dan pelayanan kemanusiaan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial P3A Papua Barat Daya menyampaikan apresiasi atas inisiatif pengurus yayasan yang datang secara lengkap untuk memperkenalkan organisasi beserta program-program yang telah dijalankan di tengah masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi dan merasa bangga karena banyak lembaga yang hadir menyatakan komitmennya untuk melayani masyarakat. Namun yang membedakan, yayasan ini datang dengan seluruh pengurus dan menyampaikan secara konkret berbagai pelayanan yang selama ini telah dilakukan. Ini menjadi referensi penting bagi kami untuk membangun kerja sama ke depan,” ujar Anace Nauw.
Ia menilai pengalaman pelayanan sosial yang telah dilakukan yayasan selama ini menjadi modal penting dalam mendukung program-program pemerintah di bidang kesejahteraan sosial, meskipun secara legalitas yayasan baru resmi berdiri pada Februari 2026.
Menurutnya, Dinas Sosial P3A akan menjadikan Yayasan Mitra Sosial Peduli Kemanusiaan Papua sebagai salah satu mitra yang perlu didorong dan dibina agar semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Saya meminta kepada bidang-bidang teknis untuk terus mendampingi dan mengawal proses pengurusan administrasi maupun akreditasi yayasan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia. Dengan regulasi yang lengkap dan akreditasi yang baik, implementasi program akan lebih mudah serta mendapat dukungan yang lebih optimal,” katanya.
Anace Nauw juga menekankan pentingnya membangun tim organisasi yang solid dan kompak dalam menjalankan pelayanan kemanusiaan.
“Pelayanan kemanusiaan adalah panggilan hati. Tidak semua orang mau mengorbankan waktu, tenaga, bahkan waktu istirahatnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kekompakan pengurus menjadi kekuatan utama dalam menjalankan pelayanan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Sosial Peduli Kemanusiaan Papua, Sem Kambuaya, memaparkan profil yayasan, visi dan misi organisasi, serta program kerja jangka pendek, menengah, dan jangka panjang yang akan dijalankan.
Ia menjelaskan bahwa yayasan memiliki visi “Menjangkau yang Tidak Terjangkau”, dengan fokus pelayanan pada bidang sosial kemasyarakatan, perlindungan anak penyandang disabilitas, pelayanan panti asuhan, serta berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.
Menurut Sem Kambuaya, meskipun baru memperoleh legalitas resmi pada tahun 2026, yayasan tersebut telah lama melakukan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan, pendampingan, serta perhatian dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Sosial P3A agar berbagai program yang telah direncanakan dapat berjalan secara maksimal.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial P3A Papua Barat Daya menyatakan komitmennya untuk membuka ruang koordinasi dan komunikasi yang berkelanjutan dengan yayasan.
Ia juga menginstruksikan kepada Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Kepala Bidang SDM untuk mengawal program-program yang telah disusun agar dapat diakomodasi dalam program pemerintah sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
“Semua program yang telah disampaikan dalam dokumen akan kami pelajari. Yang bisa didorong dalam program pemerintah akan kami upayakan agar dapat berjalan secara bertahap, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Yang terpenting adalah komunikasi dan koordinasi harus terus dilakukan,” tegasnya.
Audiensi perdana tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diakhiri dengan doa bersama serta sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan dalam bidang kesejahteraan sosial dan pelayanan kemanusiaan di Provinsi Papua Barat Daya;(Ones).




komentar terbaru